RADAR SURABAYA – BRI Super League 2025/2026 akan menyesuaikan jadwal dengan kalender FIFA Matchday, terutama untuk pertandingan Timnas Indonesia level senior.
Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Utama I League, Ferry Paulus, dalam konferensi pers yang digelar Minggu (3/8) sore.
I League, operator kompetisi yang sebelumnya dikenal sebagai PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), memastikan jadwal liga telah diselaraskan dengan agenda internasional agar tidak berbenturan dengan kepentingan tim nasional.
“Agenda internasional di level senior sudah masuk dalam kalender FIFA Matchday, jadi seluruh timnas, termasuk Indonesia, tidak bisa memilih tanggal pertandingan secara sembarangan,” ujar Ferry.
Menurutnya, BRI Super League akan diliburkan saat FIFA Matchday, namun kompetisi tetap berjalan saat Kualifikasi Piala Asia U-23 yang digelar di Sidoarjo pada 3–9 September 2025.
“Sinkronisasi jadwal sudah kami atur bersama PSSI. Super League tidak berhenti, tetap berjalan saat Kualifikasi Piala Asia U-23 di Sidoarjo,” jelas Ferry.
Sebaliknya, liga akan berhenti total selama penyelenggaraan SEA Games 2025 yang berlangsung pada Desember.
Menurut Ferry, hanya turnamen multi-cabang seperti SEA Games yang menyebabkan liga benar-benar dihentikan karena durasi kompetisinya mencapai 16 hingga 18 hari.
“Kalau Piala Asia senior bersamaan dengan FIFA Matchday, semua kompetisi berhenti. Tapi kalau ajang junior seperti U-23 tetap berjalan, kecuali SEA Games,” tegasnya.
Jadwal Timnas Indonesia dan Penyesuaian Liga
Timnas Indonesia senior dijadwalkan menjalani fase keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober 2025.
Jika lolos ke fase kelima, pertandingan lanjutan akan berlangsung pada November, sementara babak play-off antarkonfederasi dijadwalkan pada Maret 2026.
Untuk level usia muda, Timnas U-23 Indonesia akan tampil dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Jika berhasil melaju ke putaran final, tim akan bertanding di Arab Saudi pada Januari 2026, usai SEA Games.
Penyesuaian jadwal ini menunjukkan komitmen BRI Super League untuk mendukung agenda tim nasional tanpa mengganggu jalannya kompetisi domestik.
Strategi ini juga diharapkan memberikan ruang bagi klub dan pemain untuk tetap kompetitif sepanjang musim.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan