RADAR SURABAYA – Antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai kembali normal. Pasokan BBM pun dipastikan aman.
Pantauan di lapangan menunjukkan, antrean di SPBU Jalan Gajah Mada Jember sudah berjalan lancar sejak Rabu (30/7). Kondisi ini berbeda dibanding minggu pertama penutupan Jalur Gumitir yang dimulai pada 24 Juli lalu.
"Antrean sudah tidak seramai sebelumnya. Sekarang antrean mobil sekitar 15 meter dan motor 25 meter. Masyarakat mengantre dengan tertib," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Kamis (31/7).
Menurutnya, kondisi itu merupakan hasil dari upaya alih suplai yang dilakukan Pertamina ke SPBU-SPBU terdampak. Termasuk di wilayah Jember yang sebelumnya sempat mengalami kelangkaan BBM akibat keterlambatan distribusi.
Penutupan Jalur Gumitir membuat rute mobil tangki Pertamina ikut berubah. Dari yang biasanya lewat Banyuwangi – Gumitir – Jember, menjadi memutar lewat Banyuwangi – Situbondo – Arak-Arak – Bondowoso – Jember. Perubahan ini membuat waktu tempuh distribusi yang semula hanya empat jam menjadi sebelas jam.
"Perubahan ini berdampak pada keterlambatan suplai BBM dan menimbulkan panic buying. Bahkan sempat terjadi antrean hingga dua kilometer di beberapa SPBU," jelasnya.
Meski sempat terjadi antrean panjang, ia menegaskan stok BBM tetap aman. Hanya saja terkendala akses distribusi di lapangan.
Pertamina pun melakukan berbagai upaya mitigasi. Termasuk alih suplai dari berbagai wilayah lain seperti Surabaya, Malang, Semarang, Boyolali, Rewulu hingga Maos, untuk menggantikan suplai dari Terminal BBM Banyuwangi yang biasanya jadi penyalur utama.
Ahad mengimbau masyarakat Jember agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi borong. Sebab distribusi BBM sudah kembali berjalan maksimal di wilayah Jember dan sekitarnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek