Radar Surabaya - Jumlah kasus HIV di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan sepanjang 2025. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, lebih dari 540 ribu kasus HIV telah terdeteksi di berbagai wilayah Nusantara. Fakta ini menegaskan urgensi edukasi berkelanjutan dan perluasan akses deteksi dini guna menekan penyebaran infeksi.
Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, dr. Imran Pambudi, MPHM, menyebutkan bahwa sepanjang Januari hingga Maret 2025, tercatat 16.820 kasus baru. Provinsi dengan angka tertinggi meliputi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Papua, dan Sulawesi Selatan.
"Sebagian besar kasus HIV ditemukan pada kelompok usia produktif 25–49 tahun," ujar dr. Imran dalam keterangannya, Senin (28/7).
Ia menambahkan bahwa rendahnya kesadaran untuk melakukan tes HIV secara sukarela menjadi faktor utama tingginya angka infeksi pada kelompok usia tersebut.
Pemerintah menekankan pentingnya strategi komprehensif melalui edukasi publik dan peningkatan layanan deteksi dini. Pemerluasan akses screening HIV kini digencarkan di berbagai fasilitas kesehatan, klinik, hingga layanan masyarakat berbasis komunitas. Deteksi dini dinilai vital agar ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dapat segera menjalani terapi antiretroviral (ARV) guna menekan jumlah virus dan mencegah penularan lanjutan.
"Jika seseorang mengetahui status HIV-nya sejak dini dan langsung menjalani pengobatan, mereka bisa hidup sehat dan produktif seperti orang pada umumnya," jelas dr. Imran.
Kemenkes juga mendorong masyarakat untuk tidak takut atau merasa malu menjalani tes HIV. Stigma dan diskriminasi disebut masih menjadi hambatan utama dalam penanganan HIV/AIDS. Padahal, keterbukaan serta dukungan lingkungan sangat diperlukan agar pengendalian penyakit ini berjalan efektif.
Program nasional penanggulangan HIV/AIDS diperkuat melalui kampanye edukatif yang menyasar komunitas berisiko, dengan melibatkan peran aktif pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil. Upaya ini ditujukan untuk menekan laju kasus baru dan mencapai target eliminasi HIV/AIDS pada 2030. (wfq/ris/fir)
Editor : M Firman Syah