RADAR SURABAYA – Persebata Lembata resmi berpisah dengan pelatih kepala mereka, Adnan Mahing. Keputusan ini diambil setelah sang pelatih mengajukan permohonan mundur kepada Ketua Askab PSSI Lembata, Gucek Making, sebelum kembali ke Jakarta.
Dalam permohonannya, Adnan menyampaikan niatnya untuk mencari tantangan baru. Ia menjelaskan bahwa pekerjaannya murni sebagai pelatih sepak bola dan tidak memiliki penghasilan lain di luar profesi tersebut. Karena kondisi klub saat ini belum memungkinkan untuk segera memulai pemusatan latihan, kontrak pemain, dan proses pembayaran gaji, manajemen memberikan restu kepada Adnan untuk mencari klub lain.
Kini, Adnan sudah resmi mendapatkan klub baru dan telah mengirimkan surat pengunduran diri. Manajemen Persebata pun menerima keputusan itu dengan lapang dada.
“Kami dari Askab PSSI Lembata mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja sama luar biasa Coach Adnan. Beliau telah membawa Persebata menorehkan prestasi terbaik dengan menembus Liga 3 Nasional,” ujar pihak manajemen dalam pernyataannya.
Di bawah kepemimpinan Adnan Mahing, Persebata mencatat sejarah penting dengan berhasil promosi dari Liga 4 ke Liga 3 alias Liga Nusantara musim ini. Prestasi itu menjadikan Persebata sebagai satu-satunya wakil dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil menembus level nasional dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
Kepergian Adnan Mahing pun langsung memantik reaksi dari warga Lembata, khususnya para pendukung setia Persebata. Salah satunya datang dari Kedang Chriztiofano, yang menyampaikan apresiasinya melalui media sosial.
“Terima kasih banyak coach. Terima kasih sudah membawa Persebata terbang tinggi mengukir sejarah. Sukses selalu di klub baru. Banyak hormat,” tulisnya.
Namun ada juga suara kekecewaan yang disuarakan oleh warganet lain. “Kamu pikir cari pelatih itu gampang? Atau dapat pelatih macam ini itu gampang? Jadi kenapa tidak dipertahankan beliau?” komentar Baskara dengan nada kecewa.
Tak lupa, manajemen Persebata menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang terjadi selama masa kerja sama.
“Semoga sukses di klub barumu, Coach. Persebata akan selalu terbuka menjadi rumahmu,” tutup pernyataan resmi tersebut. (*)
Editor : Lambertus Hurek