Guangxi – Seorang lulusan kedokteran dari Zhongshan College of Dalian Medical University menjadi sorotan publik setelah videonya berjualan es krim di pinggir jalan viral di media sosial. Aksi tersebut menuai simpati netizen, tetapi sekaligus menuai teguran dari pihak kampus yang disebut keberatan dengan unggahan tersebut.
Pemuda bermarga Li itu diketahui meraih gelar sarjana di bidang pencitraan medis dan sempat bekerja di rumah sakit besar di kampung halamannya, Guangxi Zhuang. Namun, sejak April, ia memutuskan berhenti bekerja dan membuka usaha es krim mangga kaki lima di kota kecil Hechi, sembari mempersiapkan diri mengikuti ujian pegawai negeri sipil (PNS).
Dilansir dari VNExpress, video pendek Li yang membagikan kisah keputusannya tersebut telah ditonton lebih dari 5 juta kali.
Kepopuleran itu justru memicu kontroversi setelah ia mengaku mendapat teguran dari kampus tempatnya menempuh pendidikan.
Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), pada akhir Juni lalu, Li mendapat panggilan dari dosen pembimbing akademiknya.
"Dosen bilang video saya bikin reputasi kampus jadi jelek dan mahasiswa jadi cemas soal masa depan mereka," ujar Li.
Demi menghindari konflik lebih lanjut, Li menghapus video tersebut dan berhenti menyebut nama kampus dalam konten-konten selanjutnya. Meski begitu, ia mengaku tetap menerima kritik dan komentar negatif dari akun-akun yang mengaku berasal dari lingkungan kampus.
Menanggapi hal tersebut, pihak Zhongshan College mengeluarkan pernyataan resmi di media sosial. Mereka membantah tuduhan tekanan kepada Li dan menyatakan mendukung lulusan yang membangun usaha sendiri serta tidak mempermasalahkan pilihan karier alumninya.
Respons publik pun terbelah. Sebagian netizen menilai Li jujur dan berani mengambil langkah berbeda, sementara yang lain menganggapnya melebih-lebihkan situasi.
"Dia kayaknya terlalu membesar-besarkan. Isi videonya juga agak misleading," tulis seorang pengguna anonim.
Li pun menyampaikan keberatannya atas berbagai serangan tersebut.
"Masa saya gak boleh sebut nama kampus tempat saya kuliah empat tahun dan habisin biaya lebih dari Rp 227 juta?" tegasnya.
Baca Juga: AI China DeepSeek Dilarang di Banyak Negara, Ini Alasannya
Dalam unggahan video terbarunya, ia menyatakan tidak gentar jika kampus ingin mengambil langkah hukum.
“Kalau kampus merasa saya mencemarkan nama baik, silakan tuntut saya ke pengadilan,” ujarnya dalam video tersebut.
Hingga kini, polemik antara Li dan pihak kampus terus menjadi bahan perbincangan publik di China. (wid/gab/fir)
Editor : M Firman Syah