Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gunakan Bahasa Gaul Korea Selatan, 4 Pemuda Korea Utara Terancam Kerja Paksa

Muhammad Firman Syah • Kamis, 24 Juli 2025 | 23:42 WIB
Pemerintah Korea Utara secara konsisten menindak penyebaran budaya K-pop dan konten hiburan Korea Selatan di negaranya.
Pemerintah Korea Utara secara konsisten menindak penyebaran budaya K-pop dan konten hiburan Korea Selatan di negaranya.

Korea Utara dilaporkan menahan empat pemuda di Kota Chongjin karena kedapatan menggunakan logat dan ungkapan khas Korea Selatan saat berbicara.

Menurut sumber lokal, para pemuda tersebut kini tengah diperiksa di kantor Kementerian Keamanan Negara setempat dan terancam dijatuhi hukuman kerja paksa selama enam bulan hingga satu tahun.

"Anak-anak muda sekarang memang berhati-hati untuk tidak menggunakan logat Korea Selatan saat kegiatan resmi karena mereka tahu soal razia. Tapi saat sedang bersama teman, mereka menggunakannya tanpa ragu, menirukan dialog dari film dan drama Korea Selatan," ujar seorang sumber pada Kamis (24/7).

"Mereka menirunya dengan sangat alami, mungkin karena memang tumbuh besar dengan konten-konten itu."

Tindakan tersebut dinilai melanggar Pasal 41 Undang-Undang Jaminan Pendidikan Pemuda Korea Utara yang disahkan pada 2021.

Aturan itu melarang anak muda menggunakan atau menulis dengan "pola bicara aneh yang bukan milik kita", yang merujuk pada pengaruh budaya asing, terutama Korea Selatan.

Pemerintah Korea Utara secara konsisten menindak penyebaran budaya K-pop dan konten hiburan Korea Selatan di negaranya. Namun, di tengah pengawasan ketat, banyak anak muda tetap menggunakan istilah gaul seperti jagiya (sayang), oppa (panggilan kakak laki-laki oleh perempuan), daebak (keren banget), dan jjokpallinda (malu banget) saat berinteraksi dalam lingkup pertemanan. (Bil/gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#kerja paksa #bahasa gaul korea selatan #korea utara