Jombang – Tiga santri dari sebuah pondok pesantren di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilaporkan kabur tanpa izin dan meminta pertolongan kepada petugas pemadam kebakaran (damkar) setelah mengaku mengalami perundungan di lingkungan pondok.
Ketiga santri tersebut masing-masing berinisial AFD, 12 dan AH ,10, warga Kecamatan Wonosalam, serta MK, 12, warga Sooko, Mojokerto. Mereka ditemukan oleh petugas damkar Pos Mojoagung di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mojoagung dalam kondisi kebingungan, setelah melarikan diri dari pondok menggunakan becak.
“Mereka mengaku kabur karena mendapat perlakuan kasar dari kakak kelasnya. Bahkan ada yang mengaku dipukul dan diancam,” ujar petugas Damkar, Reza Maulana, Rabu (23/7).
Ketiga santri yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut mengaku kerap disuruh oleh kakak kelasnya, dan jika menolak, mendapat kekerasan fisik. Mereka meninggalkan pesantren tanpa sepengetahuan pihak pengurus.
Petugas damkar kemudian memberikan pembinaan dan edukasi kepada para santri agar tidak mengambil keputusan serupa di masa mendatang. Setelah kondisi mereka stabil, pihak damkar menghubungi pihak pesantren untuk proses penjemputan dan pemulangan.
Reza juga mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan kondisi psikologis anak, terutama yang menempuh pendidikan di asrama atau pondok pesantren. Ia juga menyerukan peningkatan pengawasan dari pengasuh untuk mencegah kasus perundungan di lingkungan pendidikan. (mel/gab/fir)
Editor : M Firman Syah