RADAR SURABAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa hingga pertengahan Juli ini, sekitar 43 persen zona musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jawa Timur termasuk salah satu provinsi yang sebagian besar wilayahnya kini mengalami kondisi kemarau.
Namun, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan bahwa potensi hujan dan cuaca ekstrem masih bisa terjadi, meskipun musim kemarau telah tiba. Ia menyebutkan bahwa dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup aktif dan dapat memicu hujan sesaat yang disertai angin kencang.
"Meski sebagian besar wilayah sudah memasuki musim kemarau, bukan berarti hujan dan cuaca ekstrem tidak mungkin terjadi. Masyarakat tetap perlu waspada, terutama terhadap hujan lokal yang bisa datang tiba-tiba dan berdampak signifikan," kata Dwikorita dalam keterangan resminya.
Selain Jawa Timur, wilayah lain yang sebagian besar telah mengalami musim kemarau mencakup Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat juga telah memasuki musim kemarau.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah yang telah memasuki musim kemarau, untuk mengantisipasi potensi kekeringan meteorologis dan tetap memperhatikan informasi cuaca harian dari BMKG. (*)
Editor : Lambertus Hurek