Jakarta - Insiden tak terduga mewarnai upaya pemadaman kebakaran besar yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Garuda, RW 02, Kelurahan Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, pada Senin, (21/7) pagi. Di tengah kepanikan warga dan kobaran api yang melahap puluhan rumah, seorang petugas pemadam kebakaran justru menjadi korban lemparan sambal kacang.
Petugas yang terkena insiden tersebut bernama Jefri, 24. Ia tengah berjibaku bersama rekan-rekannya memadamkan api yang mengancam sekitar 70 rumah warga. Namun, situasi yang kacau membuat kondisi semakin sulit dikendalikan.
"Warga rusuh, pada lempar-lempar barang dagangannya sendiri. Ada yang nyamberin nasi uduk," ujar Rafael Lercias, petugas medis PMI Jakarta Barat yang berada di lokasi kejadian.
Menurut Rafael, nasi uduk yang dilempar warga karena panik itu disertai lauk-pauk, kerupuk, hingga sambal kacang. Tanpa disangka, sambal pedas tersebut mengenai mata kanan Jefri yang saat itu tengah fokus menyemprotkan air ke sumber api.
"Kalau petugas lain kena di badan, dia yang apes malah pas di muka," tambah Rafael.
Akibat insiden tersebut, Jefri mengalami iritasi dan pembengkakan pada mata. Petugas medis segera memberikan penanganan darurat berupa pencucian mata dan kompres untuk meredakan perih dan mencegah infeksi lebih lanjut. Hingga Senin malam, kondisi terbaru Jefri belum dirilis secara resmi. Namun, pihak Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) memastikan ia telah mendapat perawatan intensif.
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 08.35 WIB. Sebanyak 18 unit mobil pemadam diterjunkan pada tahap awal. Melihat eskalasi api yang terus meluas, jumlah armada ditambah menjadi 29 unit dengan total 145 personel.
Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Barat, Syafrudin, menyebutkan bahwa jumlah rumah terdampak kebakaran masih bersifat sementara.
"Data awal ada 70 rumah yang terbakar. Tapi bisa saja nambah, karena pendataan dari RT/RW masih jalan," jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa tugas petugas pemadam tidak hanya menghadapi risiko dari api, tetapi juga berbagai kejadian tak terduga di lapangan. (ali/ris/fir)
Editor : M Firman Syah