Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gunung Ile Ape di Lembata NTT Meletus 33 Kali, Lava Pijar Meluncur hingga 700 Meter

Lambertus Hurek • Senin, 21 Juli 2025 | 17:22 WIB
Gunung Ile Ape alias Lewotolok di Lembata NTT masih erupsi. (IST)
Gunung Ile Ape alias Lewotolok di Lembata NTT masih erupsi. (IST)

RADAR SURABAYA – Aktivitas vulkanik Gunung Ile Ape, nama populer dari Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan.

Dalam kurun waktu enam jam, dari pukul 00.00 hingga 06.00 WITA pada Minggu, 20 Juli 2025, tercatat sebanyak 33 kali letusan terjadi di gunung berapi tersebut.

Menurut keterangan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, letusan-letusan tersebut disertai lontaran lava pijar yang mengarah ke tenggara sejauh 100 hingga 700 meter dari kawah aktif. Amplitudo letusan tercatat berada di kisaran 16,6 hingga 38 milimeter, dengan durasi letusan antara 30 hingga 48 detik.

“Hingga pagi ini, aktivitas masih tergolong tinggi dan letusan terus terjadi secara berkala. Kami mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak mendekati zona bahaya,” kata Stanislaus.

Gunung Ile Ape telah berada pada status Level III atau Siaga sejak beberapa waktu terakhir. Warga sekitar, khususnya yang berada dalam radius bahaya, diminta untuk mengikuti semua arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan otoritas terkait guna menghindari potensi risiko yang lebih besar.

Gunung Ile Ape mulai mengalami erupsi kembali sejak November 2019. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas vulkanik yang fluktuatif telah menyebabkan sejumlah bencana, termasuk banjir lahar yang sempat menerjang beberapa desa dan menewaskan puluhan warga.

Kondisi geografis Lembata yang berada dalam jalur cincin api membuat wilayah ini rawan terhadap aktivitas seismik dan vulkanik. Pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat telah disiagakan untuk melakukan evakuasi apabila kondisi semakin memburuk. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#erupsi #gunung lewotolok #Lembata NTT #gunung ile ape #ile ape meletus #Ile Lewotolok