Pekalongan - Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, meninggal dunia akibat gigitan ular weling (Bungarus candidus). Korban bernama Rafa tutup usia pada Minggu, (20/7) pukul 00.32 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.
Rafa sempat dirawat di RSUD Kajen dan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, sebelum dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi karena kondisinya terus memburuk. Saat tiba, korban sudah dalam kondisi kritis dan mengalami koma.
"Pasien Rafa dinyatakan meninggal pukul 00.32 WIB,” ujar Humas RSUP Dr. Kariadi, Aditya.
"Keluarga sudah ikhlas menerima kepergian almarhum," lanjutnya.
Ia menyebut tim medis telah mengerahkan penanganan maksimal dengan melibatkan sejumlah dokter spesialis, termasuk anak, saraf, dan penyakit dalam. Jenazah telah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halaman korban.
Ular weling dikenal memiliki racun neurotoksin yang menyerang sistem saraf pusat. Menurut Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, racun tersebut dapat menyebabkan kelumpuhan, gagal napas, hingga kematian jika tidak segera ditangani secara medis.
Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gigitan ular, terutama di wilayah yang masih memiliki populasi ular liar tinggi. Respons cepat menjadi kunci keselamatan korban.
Komunitas herpetologi juga menekankan pentingnya edukasi publik mengenai habitat ular berbisa, langkah pertolongan pertama, serta distribusi serum antibisa (antivenom) yang merata di fasilitas kesehatan.
Kasus Rafa menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap risiko gigitan ular, terutama di wilayah pedesaan dan semi-perkotaan seperti Pekalongan yang kerap menjadi habitat ular saat musim hujan.
Dinkes Jateng menyatakan akan memperkuat ketersediaan antivenom di rumah sakit daerah serta meningkatkan kapasitas tenaga medis dalam menangani kasus serupa. (wfq/ris/fir)
Editor : M Firman Syah