Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tangannya Dingin, Tubuhnya Bengkak, Ini Kesaksian Ibu Korban Tragedi Makan Gratis Pernikahan Anak KDM

Muhammad Firman Syah • Minggu, 20 Juli 2025 | 01:58 WIB
Kegembiraan dalam syukuran pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina berubah menjadi duka mendalam.
Kegembiraan dalam syukuran pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina berubah menjadi duka mendalam.

Garut – Kegembiraan dalam syukuran pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina berubah menjadi duka mendalam. Seorang anak, Vania Aprilia, 8, menjadi salah satu korban jiwa dalam insiden desak-desakan saat antre makan gratis di sekitar Pendopo Garut, Jumat (18/7).

Peristiwa tersebut mengguncang warga Garut, termasuk Mela Puri, 31, ibunda almarhumah. Ia mengaku tidak menyangka putrinya ikut berdesakan dalam antrean.

“Biasanya dia bermain di sekitar alun-alun. Saya tidak tahu kalau ikut antre,” ujar Mela saat ditemui di kamar jenazah RSUD dr. Slamet Garut.

Kabar mengejutkan datang saat Mela diberi tahu bahwa Vania telah berada di dalam ambulans.

“Tangannya dingin, tubuhnya bengkak. Saya baru benar-benar diberitahu kalau dia sudah meninggal saat sampai di kamar jenazah,” ucap Mela penuh kesedihan.

Tragedi ini menimbulkan pertanyaan besar bagi banyak pihak, terutama keluarga korban.

“Kenapa anak saya tidak ditolong? Kenapa dibiarkan?” seru Mela lirih, menandai luka yang tak akan mudah sembuh.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat memberikan perhatian, pendampingan keluarga korban, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan publik.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan seluruh warga yang terdampak.

“Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Belasungkawa yang sebesar-besarnya kami sampaikan,” ujar Bupati dalam pernyataannya dari Pendopo Garut, Jumat malam.

Menurut data Dinas Kesehatan Garut, insiden tersebut menyebabkan 26 orang pingsan akibat kekurangan oksigen dan tiga di antaranya meninggal dunia, termasuk seorang anggota polisi yang tengah menjalankan tugas pengamanan.

Sebagai langkah cepat, Pemkab Garut bersama pihak terkait memutuskan untuk menunda dan membatalkan sebagian besar rangkaian acara yang tersisa, guna menghormati korban serta mencegah kejadian serupa.

“Keamanan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas. Seluruh mekanisme penyelenggaraan kegiatan publik akan kami evaluasi secara menyeluruh,” tegas Bupati.

Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam penataan ulang standar keselamatan pada kegiatan berskala besar di ruang publik. Pemkab Garut berkomitmen untuk meningkatkan sinergi dengan aparat keamanan, tenaga medis dan unsur penyelenggara agar setiap acara yang melibatkan masyarakat umum menjamin kenyamanan dan keselamatan semua pihak terutama anak-anak, lansia dan kelompok rentan. (wid/gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#KDM #Gubernur Jabar #pesta rakyat #makan gratis #dedi mulyadi #pernikahan