Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkab Garut Tanggung Biaya Korban Kericuhan Pesta Rakyat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 19 Juli 2025 | 18:27 WIB
Pemerintah Kabupaten Garut memastikan seluruh biaya pengobatan korban insiden kericuhan dalam acara Pesta Rakyat pernikahan Maula Akbar dan Luthfianisa Putri Karlina.
Pemerintah Kabupaten Garut memastikan seluruh biaya pengobatan korban insiden kericuhan dalam acara Pesta Rakyat pernikahan Maula Akbar dan Luthfianisa Putri Karlina.

Garut - Pemerintah Kabupaten Garut memastikan seluruh biaya pengobatan korban insiden kericuhan dalam acara Pesta Rakyat pernikahan Maula Akbar dan Luthfianisa Putri Karlina akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Kericuhan terjadi di area Pendopo Garut, Jumat (18/7), saat ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti acara makan gratis yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan pernikahan.

Kepadatan yang tak terkendali mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami sesak napas.

"Seluruh biaya pengobatan korban kami tanggung. Ini bentuk komitmen dan tanggung jawab Pemkab," ujar Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Sabtu dini hari (19/7).

Syakur menjelaskan, total korban mencapai 26 orang. Tiga di antaranya meninggal dunia, yakni Vania Aprilia, 8, Dewi Jubaedah, 62, serta Bripka Cecep Saeful Bahri, 39, anggota Polres Garut yang tengah berjaga saat kejadian.

Sebagian korban luka telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis. Sementara lainnya masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

Sebagai bentuk empati, Pemkab juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

"Kami turut berduka. Pemerintah akan hadir memberi pendampingan kepada keluarga yang terdampak," tambah Syakur.

Bupati menegaskan, insiden ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh, terutama terkait pengendalian massa dalam acara yang bersifat terbuka untuk publik.

"Ke depan, pengelolaan kegiatan serupa harus lebih terukur agar kejadian ini tidak terulang," tegasnya.

Pesta Rakyat yang awalnya digelar sebagai bentuk syukuran atas pernikahan putra anggota DPRD Jabar Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, justru berakhir duka karena euforia tanpa pengawasan ketat. (aml/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#evaluasi #korban #pemkab #Tanggung Biaya #dedi mulyadi #garut