Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PSSI Batasi Pemain Asing di Super League 2025: Klub Hanya Boleh Daftarkan 7 Pemain, Ini Alasannya!

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 17 Juli 2025 | 12:20 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

RADAR SURABAYA - Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengambil langkah tegas terkait regulasi jumlah pemain asing yang boleh didaftarkan klub dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Dalam surat yang telah dikirimkan kepada operator liga, I League (sebelumnya PT Liga Indonesia Baru), PSSI menegaskan bahwa setiap klub hanya diperbolehkan mendaftarkan tujuh pemain asing.

Sebelumnya, I League sempat mengumumkan bahwa klub-klub bisa mendaftarkan hingga 11 pemain asing, dengan maksimal 8 pemain yang boleh tampil dalam satu pertandingan.

Keputusan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), yang meminta regulasi tersebut ditinjau ulang.

Erick Thohir: “8 Pemain Asing Terlalu Banyak”

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai bahwa pembatasan ini penting untuk menjaga keseimbangan dalam kompetisi dan memberikan ruang berkembang bagi talenta lokal, khususnya pemain muda.

"Hari ini saya sudah mengirimkan surat kepada PT LIB. Kami di PSSI telah rapat, dan kemungkinan pekan depan LIB akan bertemu dengan kami.

Kami menilai delapan pemain asing dalam satu pertandingan terlalu banyak. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menetapkan batas tujuh pemain," ujar Erick di Jakarta, Rabu (17/7).

Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa selain pemain asing, klub wajib memainkan pemain U-23 minimal selama 45 menit dalam setiap pertandingan.

"Jadi, tujuh pemain asing ditambah pemain U-23 yang tetap harus dimainkan selama 45 menit, sementara sisanya diisi oleh pemain nasional. Saya juga melihat ada beberapa pemain diaspora yang kembali," tambahnya.

Pemain Diaspora Jadi Peluang Baru

Erick juga menyambut baik kehadiran para pemain diaspora yang kini mulai bergabung dengan klub-klub Indonesia, seperti Jordi Amat (Persija) dan Jens Raven (Bali United).

Menurutnya, kehadiran mereka bisa menjadi penguat kualitas liga tanpa mengorbankan kesempatan bagi pemain lokal.

"Itu adalah pilihan, dan kita tidak bisa menyalahkan atau membenarkannya. Saya berharap dengan kualitas seperti ini—terlebih kita terus melatih wasit dan menerapkan VAR di Liga 2—kompetisi kita semakin maju. Tidak banyak liga tingkat kedua di Asia yang sudah menggunakan VAR," ujar Erick.

Kompetisi Berkualitas, Pemain Lokal Berkembang

Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka panjang demi pengembangan sepak bola nasional, memperkuat skuad timnas, dan menciptakan kompetisi yang berkualitas dan merata.

PSSI berharap regulasi baru ini bisa mendorong klub-klub untuk lebih serius dalam pembinaan pemain muda.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia #I League #Operator Liga #erick thohir #pemain asing yang boleh didaftarkan #appi #pssi