RADAR SURABAYA - Klub Thailand, Port FC, mencatat sejarah sebagai klub asing pertama yang menjuarai Piala Presiden, setelah mengalahkan Oxford United dengan skor 2–1 pada final yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu (13/7).
Kemenangan ini diraih lewat gol Teerasak Poeiphimai pada menit ke-44 dan Barayan Perea di menit ke-48.
Oxford United sempat unggul lebih dulu lewat gol Mark Harris pada menit ke-9, tetapi tak mampu mempertahankan keunggulan.
Final Internasional Pertama Sepanjang Sejarah Piala Presiden
Edisi 2025 menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Piala Presiden menghadirkan peserta dari luar negeri, yakni Port FC (Thailand) dan Oxford United (Inggris).
Kedua tim bahkan melaju hingga ke final, menunjukkan daya saing yang kuat dalam turnamen pramusim bergengsi ini.
Dengan kemenangan ini, Port FC yang dijuluki Port Lions menjadi klub non-Indonesia pertama yang berhasil menyabet gelar juara Piala Presiden sejak turnamen ini dimulai pada 2015.
Dewa United Finis di Posisi Ketiga
Wakil Indonesia, Dewa United, mencatatkan hasil terbaik di antara klub lokal dengan merebut peringkat ketiga setelah mengalahkan Liga Indonesia All Star.
Pertandingan tersebut sekaligus mengukuhkan posisi Dewa United sebagai salah satu tim terbaik di turnamen tahun ini.
Hadiah Turnamen Piala Presiden 2025
Berikut rincian hadiah yang diterima oleh empat tim terbaik Piala Presiden 2025:
???? Port FC (Juara 1): Rp5,5 miliar
???? Oxford United (Runner-up): Rp3 miliar
???? Dewa United (Peringkat 3): Rp2 miliar
???? Liga Indonesia All Star (Peringkat 4): Rp1 miliar
Pertandingan Final Diwarnai Kartu Merah dan Hujan Deras
Laga final berlangsung ketat dan diwarnai tensi tinggi. Wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov, mengeluarkan kartu merah untuk pemain Port FC, Tanaboon Kesarat, akibat pelanggaran keras terhadap Brian de Keersmaecker dari Oxford United.
Selain itu, pertandingan sempat dihentikan sementara pada awal babak kedua akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Soreang dan menyebabkan lapangan tergenang air.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan