Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PBNU Akui Ada Perundungan di Sejumlah Pesantren, Begini Solusinya

Mus Purmadani • Minggu, 13 Juli 2025 | 11:26 WIB
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf  (kanan), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (tengah) saat di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. (ANTARA)
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (kanan), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (tengah) saat di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. (ANTARA)

RADAR SURABAYA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus menggencarkan edukasi ke pesantren untuk mencegah praktik perundungan di kalangan santri. Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa kasus perundungan yang terjadi merupakan bentuk penyimpangan akibat kondisi yang belum memadai.

“Masalah ini butuh strategi komprehensif, termasuk penyadaran dan reedukasi tentang sistem pendidikan berasrama,” ujarnya saat berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (12/7).

PBNU telah membentuk satuan tugas khusus yang mengkaji berbagai persoalan di pesantren, termasuk perundungan. Hasil sementara menunjukkan bahwa banyak pesantren belum siap beradaptasi dengan perubahan sosial di tengah masyarakat.

“Kami menemukan bahwa banyak pesantren masih mengandalkan sumber daya internal dan kurang mendapat dukungan eksternal. Ini berbeda dengan zaman dulu saat pesantren menjadi pusat komunitas,” jelasnya.

Ia menyoroti minimnya fasilitas dan standar kelembagaan yang tidak terpenuhi di sejumlah pesantren, sehingga menciptakan celah terjadinya kasus perundungan. Padahal, minat masyarakat terhadap pendidikan pesantren masih sangat tinggi.

Yahya juga mengingatkan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kondisi pesantren, mengingat ada lebih dari 42 ribu pesantren terdaftar di Kementerian Agama dengan jumlah santri mencapai lebih dari 5 juta jiwa.

“Pesantren menjadi tempat tumbuhnya generasi muda. Maka, perlu didukung dengan fasilitas dan sistem pendidikan yang layak,” tegasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Pesantren #PBNU #pesantren tebuireng #Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya #santri #Perundungan #santriwati