RADAR SURABAYA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan komitmennya memberantas buta huruf Alquran di Indonesia, terutama di desa-desa. Data menunjukkan, sekitar 65% masyarakat masih belum bisa membaca Alquran.
“Ini bukan karena tidak mau belajar, tapi mungkin metode pengajarannya belum tepat atau akses pendidikannya terbatas,” ujar Yandri dalam pembukaan pelatihan 10.000 guru Alquran oleh Lembaga Pembelajaran Qiroatil Quran (LPQW) di Jakarta, Kamis (10/7).
Kemendes PDT telah bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) melalui nota kesepahaman untuk program ini. Pelatihan ini diharapkan bisa menghidupkan majelis taklim dan masjid di tiap desa.
“Ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, yaitu membangun desa dari bawah, termasuk penguatan SDM berbasis agama,” jelas Yandri. Program ini tak hanya fokus pada infrastruktur, tapi juga pembangunan karakter melalui pendidikan agama. (*)
Editor : Lambertus Hurek