RADAR SURABAYA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD dan SMP di Kota Surabaya akan digelar serentak mulai 14 Juli 2025. Sebelumnya, para siswa baru akan mengikuti pra-MPLS pada Jumat, 11 Juli 2025.
Kegiatan MPLS tahun ini mengusung lima tema utama, yakni pengenalan sekolah dan pembentukan karakter, menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan, pengenalan diri dan prestasi, edukasi pencegahan kekerasan seksual, serta pengembangan bakat dan potensi siswa.
Pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2025/2026 juga mengacu pada kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Nomor 10 Tahun 2025 tentang “MPLS Ramah”.
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Gogot Suharwoto, menekankan bahwa MPLS bukan sekadar orientasi siswa baru, tapi bagian penting dari pembentukan karakter anak sejak hari pertama.
“Sekolah harus jadi tempat yang aman dan menggembirakan. MPLS Ramah menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat belajar dengan menjunjung nilai kemanusiaan dan kesetaraan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, sekolah diminta membiasakan peserta didik baru dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti bangun pagi, makan sehat, dan tidur tepat waktu. Kegiatan juga dilengkapi dengan program Pagi Ceria, seperti senam, menyanyi lagu kebangsaan, dan doa bersama.
Konsep MPLS Ramah juga berlaku di sekolah vokasi dan satuan pendidikan layanan khusus. Dirjen Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin menegaskan bahwa tidak boleh ada diskriminasi terhadap siswa dari latar belakang mana pun.
Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, menyatakan bahwa MPLS harus bebas dari praktik hukuman, simbol tidak edukatif, atau atribut aneh.
“Guru menjadi pelaksana utama. OSIS dan MPK hanya mendampingi di bawah pengawasan guru. Peran orang tua juga penting dalam mendampingi anak saat masa transisi sekolah,” tandasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek