RADAR SURABAYA - Sebanyak 15 haji asal Embarkasi Surabaya masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit yang ada di Arab Saudi. Sekretaris PPIH Surabaya Sugiyo menjelaskan jemaah haji tersebar dalam mendapatkan perawatan di rumah sakit. Mulai dari Mina, Madinah, Makkah dan Jeddah.
"Jemaah yang masih dirawat di rumah sakit saat ini 15 orang mereka ada yang dirawat di Mina, Madinah, Makkah dan Jeddah," ujar Sugiyo, Senin (7/7).
Lebih lanjut Sugiyo merici jemaah yang masih dirawat di rumah sakit di Mina ada 1 orang, dirawat di Jeddah 2 orang, di Madinah 6 orang dan di Makkah 6 orang. "Ketika sudah dinyatakan sembuh dan laik terbang jemaah akan diikutkan di kloter selanjutnya," terangnya.
Untuk jemaah yang dirawat di Mina, Jeddah dan Makkah jika sudah sembuh nantinya bergeser ke Madinah untuk diikutkan gelombang pemulangan. Karena pada gelombang kedua ini atau menjelang akhir operasional ibadah haji seluruh penerbangan jemaah haji Indonesia berada di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah.
"Perlu diketahui para keluarga jemaah, yang dirawat di Makkah, Mina dan Jeddah kalau sudah sembuh akan dibawa ke Madinah untuk diikutkan penerbangan," tuturnya.
Sugiyo menyebut jemaah yang masih di rawat ini rata-rata lansia dan mengalami gangguan pernapasan. Ada juga yang hamil yang saat ini berada di Makkah.
"Untuk yang hamil informasi yang kami dapatkan jemaah tersebut boleh dinyatakan pulang ketika usia bayi satu bulan. Jadi saat ini bayi bersama kedua orang tuanya juga masih ada di Makkah. Semua biaya ditanggung oleh pemerintah Indonesia," jelasnya.
Operasional haji 2025 di Asrama Haji Surabaya akan berakhir 11 Juli mendatang. Kloter pamungkas atau akhir yang datang nantinya kloter 97. Hingga Senin (7/7) pagi jemaah yang sudah tiba dan sudah kembali ke daerah di Jawa Timur, Bali dan NTT sebanyak 31.146 orang dengan jumlah 83 kloter. (rmt)