RADAR SURABAYA – Tim Perlindungan Jemaah Haji (Linjam) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih terus mencari Sukardi bin Jakim, jemaah asal Kabupaten Malang yang dilaporkan hilang sejak 29 Mei 2025 di Makkah. Pencarian dilakukan di tengah padatnya operasional haji yang tinggal menyisakan lima hari lagi.
Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo, mengatakan pencarian dilakukan menyeluruh, mulai dari hotel tempat Sukardi menginap, rumah sakit di Makkah, hingga wilayah Jeddah. Namun upaya tersebut tidak mudah karena Sukardi hanya mengenakan gelang haji tanpa membawa identitas lain.
“Mencari jemaah hilang saat musim haji sangat sulit karena jutaan orang berkumpul di satu lokasi. Apalagi beliau tidak membawa identitas apa pun,” ujar Sugiyo, Minggu (6/7).
Menurut dia, ketika seluruh jemaah bergeser dari Makkah ke Madinah, rumah sakit di Arab Saudi mulai merilis informasi jenazah tanpa identitas. Data tersebut akan dicocokkan dengan data jemaah yang hilang.
Meski sudah lebih dari sebulan tidak ditemukan, PPIH tetap berharap Sukardi masih hidup dan hanya tersesat. “Kami yakin beliau masih ada dan mungkin dirawat oleh pihak tertentu. Tapi jika tidak ditemukan, kami akan pertimbangkan kemungkinan lain,” katanya.
Sukardi bin Jakim, 67, tergabung dalam Kloter 79 dan menginap di Hotel Tala’ea Al Khair, kamar 813. Ia memiliki riwayat demensia dan berangkat haji seorang diri. Sejak di Bandara Juanda, ia sudah menunjukkan keinginan untuk pulang.
Setelah tiba di Makkah, gejala demensianya kambuh. Ia kerap masuk ke kamar jemaah lain dan membuka tas milik orang lain. Terakhir terlihat keluar hotel saat subuh, namun hasil rekaman CCTV tidak menunjukkan jejak keberadaannya.
“Mohon doa dari semua pihak, pencarian terus kami lakukan,” pungkas Sugiyo. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek