RADAR SURABAYA - Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan budaya dan kuliner. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang Mustika Rasa, sebuah buku masak legendaris yang digagas langsung oleh Presiden Soekarno?.
Diterbitkan pada tahun 1967, buku ini memuat lebih dari 1.600 resep tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Lebih dari sekadar buku resep, Mustika Rasa adalah simbol perjuangan kedaulatan pangan dan identitas bangsa.
Disini akan mengulas sejarah buku ini serta beberapa resep unik yang terkandung di dalamnya.
Sejarah Singkat Buku Mustika Rasa
Terinspirasi oleh pentingnya pangan sebagai bagian dari identitas nasional, Bung Karno menggagas proyek dokumentasi kuliner Nusantara sejak awal 1960-an.
Kemudian dibentuklah Panitia Buku Masakan Indonesia oleh Departemen Pertanian pada 1961.
Proses pengumpulan data dilakukan melalui survei ke pamong praja, organisasi perempuan, dan sekolah kewanitaan.
Buku tersebut diterbitkan pada tahun 1967. Meski sempat terhambat oleh situasi politik pasca-G30S, buku ini akhirnya diterbitkan dengan tebal lebih dari 1.100 halaman dan memuat 1.650 resep.
Resep-Resep Unik dalam Mustika Rasa
Buku ini tidak hanya memuat resep populer, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner yang jarang diketahui publik. Beberapa di antaranya:
- Sayur Daun Pepaya Campur Jantung Pisang - Kombinasi pahit dan gurih yang khas dari daerah Sulawesi.
- Sambal Tempoyak Durian - Sambal fermentasi durian khas Sumatra yang unik dan beraroma tajam.
- Nasi Jagung Campur Sorgum - Bagian dari visi diversifikasi pangan Bung Karno untuk mengurangi ketergantungan pada beras.
- Ayam Bakar Bumbu Ragi - Menggunakan kelapa parut sangrai dan rempah khas Jawa Timur.
- Kue Cucur Gula Aren- Jajanan tradisional dari Betawi yang masih populer hingga kini.
- Minuman Wedang Secang dan Serbat Jahe - Minuman herbal tradisional yang berfungsi sebagai penghangat dan penambah daya tahan tubuh.
Selain resep, buku ini juga membahas tata dapur, kandungan gizi, hingga teknik memasak tradisional yang menjadi bagian dari edukasi kuliner nasional.
Mustika Rasa bukan sekadar buku resep, melainkan warisan budaya yang mencerminkan semangat Bung Karno dalam membangun identitas bangsa melalui kuliner.
Dengan lebih dari 1.600 resep dari Sabang sampai Merauke, buku ini menjadi simbol keberagaman dan kekayaan rasa Indonesia.
Kini, Mustika Rasa kembali dihidupkan melalui penerbitan ulang dan adaptasi film, menjadi pengingat bahwa makanan adalah bagian penting dari sejarah dan jati diri bangsa. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari