Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemerintah Luncurkan Skema Baru KUR 2025, Bisa Untuk Biaya Renovasi Rumah, Modal dan Pelatihan Kerja Tanpa Agunan

Muhammad Firman Syah • Jumat, 4 Juli 2025 | 13:38 WIB

 

Skema baru KUR 2025 bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mendapatkan akses pembiayaan renovasi rumah.
Skema baru KUR 2025 bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mendapatkan akses pembiayaan renovasi rumah.

Jakarta — Pemerintah resmi meluncurkan tiga skema baru Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk untuk pembiayaan renovasi rumah pribadi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan plafon pembiayaan sebesar Rp 13 triliun untuk KUR jenis ini.

“Untuk perorangan, terutama sisi permintaan (demand side), bisa digunakan untuk renovasi rumah yang dipakai usaha maupun rumah pribadi. Plafon yang disiapkan sekitar Rp 13 triliun,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (3/7).

Selain itu, pemerintah juga membuka akses pembiayaan KUR hingga Rp 5 miliar bagi kontraktor kecil dan menengah untuk membangun rumah tipe 36. Skema ini ditujukan untuk mendukung pembangunan 38 hingga 40 unit rumah dengan masa tenor pembiayaan hingga lima tahun.

“Ini bisa digunakan untuk membangun perumahan tipe 36 dengan waktu penyelesaian 4-5 tahun,” ujarnya.

Secara total, pemerintah mengalokasikan plafon hingga Rp 130 triliun untuk sektor perumahan. Dari jumlah itu, sebesar Rp 117 triliun ditujukan bagi pengembang atau kontraktor UMKM, dengan subsidi bunga tetap sebesar 5 persen.

“Kalau bunga bank 11 persen, maka kontraktor UMKM hanya membayar 6 persen. Jika bunga 12 persen, maka yang dibayar 7 persen, sesuai dengan ketentuan perbankan masing-masing, baik Himbara maupun swasta,” jelas Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengumumkan peluncuran KUR Tebu Rakyat, yang ditujukan bagi petani tebu, baik individu maupun kelompok. Skema ini memberikan plafon hingga Rp 500 juta untuk mendukung program peremajaan (replanting) tanaman tebu.

“Dengan KUR ini, revitalisasi penanaman tebu bisa berjalan untuk meningkatkan hasil panen. Ini mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.

Skema KUR baru lainnya juga menyasar Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mereka dapat mengakses pembiayaan hingga Rp 100 juta tanpa agunan untuk mendukung proses keberangkatan atau pelatihan kejuruan.

“Pekerja migran bisa mengakses KUR tanpa jaminan sebesar Rp100 juta. Bisa digunakan untuk memproses keberangkatan atau pelatihan keterampilan,” tandas Airlangga.

Adapun hingga Juni 2025, penyaluran KUR telah mencapai 45 persen dari target nasional Rp300 triliun. Angka tersebut setara dengan Rp131,84 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 60 persen terserap ke sektor produksi, dengan total debitur baru mencapai 1.007.101 orang dan nilai graduasi KUR sebesar Rp1,1 triliun.

Editor : M Firman Syah
#renovasi rumah #modal kerja #kemenko Perekonoman #kur