RADAR SURABAYA – Kepulangan jemaah haji gelombang pertama dari Tanah Suci ke Tanah Air telah mencapai 55 kelompok terbang (kloter) dengan total 20.609 jemaah yang tiba di Surabaya.
Selama proses tersebut, sejumlah penerbangan mengalami penundaan akibat berbagai faktor, mulai insiden teror bom hingga penutupan Bandara Internasional Muscat, Oman, akibat konflik Iran-Israel.
Meski begitu, pihak maskapai Saudi Arabia Airlines memastikan seluruh jemaah tetap mendapat haknya berupa kompensasi atas keterlambatan tersebut.
Manager Operasional Saudi Arabia Airlines di Surabaya, Yusuf Rahmani, mengatakan kompensasi diberikan berdasarkan durasi penundaan.
“Keterlambatan kurang dari satu jam, jemaah mendapat complimentary. Kalau dua jam, kami beri snack. Kalau lebih dari dua jam hingga enam jam, akan diberikan makanan berat di bandara, baik di Jeddah maupun Madinah,” jelasnya Minggu (29/6).
Untuk penundaan di atas enam jam, maskapai menyediakan akomodasi berupa hotel, makanan, dan transportasi. “Seperti tiga penerbangan kemarin, kami berikan akomodasi hotel, makan, dan transportasi,” tambahnya.
Saudi Arabia Airlines menyiagakan lima armada pesawat Airbus 330-300 dalam kondisi prima untuk memulangkan jemaah. Yusuf menegaskan bahwa seluruh armada telah melalui proses pengecekan menyeluruh.
“Persiapan kami mulai dari checklist armada, maintenance fisik, dan pengecekan sistem. Semuanya dalam kondisi baik, tidak ada masalah pada mesin maupun sistem,” ujarnya.
Ia mengakui memang ada sejumlah penerbangan yang berjalan sesuai jadwal, lebih cepat, maupun sedikit terlambat. Hal itu disebabkan kepadatan jadwal penerbangan di Bandara Jeddah pada gelombang pertama dan Madinah pada gelombang kedua.
Siti Yuanika, jemaah asal Muncar, Banyuwangi, yang sempat mengalami penundaan, mengaku puas dengan layanan maskapai.
“Alhamdulillah, fasilitasnya bagus. Hotelnya berbintang. Awalnya waswas, tapi akhirnya bisa menjalani dengan baik,” ucapnya. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek