Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hasil Mengecewakan! Pebulutangkis Top Indonesia Ternyata Masih Jauh dari Kelas Dunia

Rahmat Adhy Kurniawan • Jumat, 20 Juni 2025 | 03:02 WIB
Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang tidak semakin tangguh dan menjadi ganda kuat dunia.
Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang tidak semakin tangguh dan menjadi ganda kuat dunia.

RADAR SURABAYA- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, buka suara terkait hasil evaluasi kinerja atlet bulu tangkis Indonesia sepanjang semester pertama 2025.

Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa sebagian besar pemain utama belum mencapai level elite dunia.

Evaluasi yang mencakup periode Januari hingga Juni 2025 ini memunculkan sejumlah catatan penting, terutama soal program pengiriman atlet ke turnamen dan efektivitas pola latihan.

Pemain Utama Belum Capai Level Elite

Eng Hian menyebut bahwa berdasarkan penilaian tim pelatih, banyak atlet utama Indonesia yang masih belum berada di posisi elite.

“Menurut pelatih, atlet-atlet utama kita belum semuanya di posisi level elite. Mereka masih perlu meningkatkan kemampuan, baik secara teknik maupun fisik,” ujar Eng Hian dalam rilis resmi PBSI.

Ia mencontohkan sektor ganda putra yang dinilai telah berada di level tinggi, namun hasilnya masih belum konsisten.

“Di ganda putra, memang sudah masuk level elite, tapi hasilnya baru lima kali menjadi finalis. Ini belum sesuai dengan harapan kita semua.”

Program Pengiriman Turnamen Harus Sesuai Kapasitas Atlet

Salah satu sorotan utama dalam evaluasi PBSI adalah soal strategi pengiriman pemain ke turnamen.

Eng Hian menegaskan bahwa pelatih harus membuat program turnamen berdasarkan kapasitas atlet, bukan sekadar keinginan pribadi.

“Pelatih harus membuat program pengiriman turnamen sesuai dengan level atlet. Enam bulan ke depan, kami akan fokus mengirim atlet ke turnamen yang sesuai dengan kemampuan

mereka, dengan target juara,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya standarisasi dalam proses pengiriman pemain.

“Yang terpenting adalah standarisasi. Persiapan, kondisi fisik, dan kesiapan atlet harus jadi pertimbangan utama, bukan hanya karena keinginan pemain untuk turun.”

Pola Latihan dan Komunikasi Masih Dicari

Selain soal program turnamen, PBSI juga menyoroti pola latihan dan komunikasi yang diterapkan para pelatih.

Menurut Eng Hian, pelatih masih berupaya menemukan metode yang paling cocok untuk masing-masing atlet.

“Dari hasil turnamen sejak Januari hingga Indonesia Open kemarin, pelatih masih mencoba mencari pola latihan dan komunikasi terbaik, terutama untuk para atlet utama.”

Dari hasil evaluasi ini, PBSI berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh dalam program pelatnas.

Harapannya, atlet Indonesia dapat tampil lebih konsisten dan bersaing di level tertinggi dunia dalam enam bulan ke depan.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#bulutangkis indonesia. #level elite #Indonesia Open #kabid binpres #PBSI #bulutangkis #eng hian