RADAR SURABAYA — Kompetisi usia muda paling bergengsi di Jawa Timur, Piala Soeratin U-17 PSSI Jatim 2025, akan resmi bergulir mulai 9 Juli 2025.
Tahun ini, sebanyak 70 klub dipastikan ambil bagian, menjadikannya sebagai jumlah peserta terbanyak di Indonesia untuk kelompok usia ini.
Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi bukti semangat dan gairah sepak bola akar rumput di Jawa Timur terus berkembang.
“Bukan hanya jumlah timnya yang meningkat, tetapi semangatnya insyaallah juga luar biasa,” ujar Riyadh dalam keterangan resmi usai manager meeting di Surabaya Suite Hotel, Rabu (18/6).
Pembagian Grup dan Format Kompetisi
Ke-70 tim peserta Piala Soeratin U-17 2025 Jawa Timur dibagi dalam 16 grup, dengan rincian:
-6 grup terdiri atas 5 tim
-10 grup terdiri atas 4 tim
Perbedaan jumlah tim ini bertujuan untuk memudahkan penjadwalan undian fase gugur.
“Drawing babak selanjutnya supaya lebih mudah," jelas Djoko Tetuko Abdul Latif, Sekretaris Asprov PSSI Jatim.
Dari babak penyisihan grup, hanya juara dan runner-up yang melaju ke babak 32 besar, yang akan menggunakan sistem gugur. Juara grup akan menghadapi runner-up dari grup lain. Pemenangnya akan lolos ke babak 16 besar.
Lebih dari 2.000 Pemain Terlibat
Dengan jumlah tim sebanyak itu, diperkirakan lebih dari 2.000 pemain muda akan terlibat dalam turnamen ini.
Baca Juga: Khamenei Bersumpah Tak Akan Menyerah, Iran Siapkan Serangan Dahsyat ke Israel
“Jika rata-rata tiap klub membawa 30 pemain, totalnya bisa mencapai 2.100 orang. Bila 25 pemain per tim, berarti sekitar 1.750 pemain.
Ini pemain-pemain terbaik dari klub masing-masing. Kalau 200 di antaranya bisa menembus Liga dan Timnas, tentu akan menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur,” tambah Djoko.
Kompetisi Gratis hingga Final
Salah satu daya tarik utama Piala Soeratin U-17 2025 adalah kebijakan bebas biaya pendaftaran bagi seluruh peserta hingga babak final. Hanya klub yang menjadi tuan rumah yang dikenai tanggungan tertentu.
Seluruh pembiayaan ditanggung oleh APBD Jawa Timur, sponsor, dan dana internal Asprov PSSI Jatim.
Tidak hanya U-17, kebijakan ini juga diterapkan untuk kelompok umur di bawahnya: U-15 dan U-13, yang akan mulai digelar seminggu setelah U-17 dimulai.
Djoko menegaskan bahwa besarnya animo peserta bukan hanya karena faktor gratis. “Tahun ini kami minta klub lebih tertib dalam hal administrasi.
Antusiasme klub juga meningkat karena tidak ada lagi larangan mencari sponsor, seperti tahun-tahun sebelumnya.”
Total anggaran yang disiapkan untuk menggelar seluruh kompetisi usia muda serta Liga 4 tahun ini diperkirakan mencapai Rp7 miliar, dengan U-17 sendiri menelan biaya hampir Rp1,5 miliar.
Aturan Tetap Sama
PSSI Jatim memastikan bahwa regulasi Piala Soeratin U-17 2025 tidak mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya.
Ketentuan mengenai usia pemain yang boleh berlaga tetap mengacu pada regulasi nasional yang berlaku.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan