RADAR SURABAYA – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi pada Selasa (17/6) dengan letusan besar yang memuntahkan kolom abu setinggi 11 kilometer. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan telah menaikkan status gunung tersebut ke level paling berbahaya.
PVMBG mengingatkan masyarakat soal potensi bahaya lanjutan, termasuk aliran lava jika hujan deras turun di kawasan sekitar kawah. Ini menjadi erupsi signifikan kedua dalam beberapa bulan terakhir, setelah letusan pada Mei lalu yang juga membuat status gunung dinaikkan ke level IV (Awas).
Dalam foto-foto yang dibagikan PVMBG, terlihat gumpalan awan panas berwarna oranye berbentuk jamur raksasa membumbung tinggi dan menyelimuti wilayah permukiman di sekitarnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait dampak terhadap penerbangan.
Sebagai catatan, pada erupsi sebelumnya di bulan Maret, sejumlah penerbangan dari dan menuju Bali sempat terganggu. Maskapai seperti Jetstar dan Qantas Airways dari Australia bahkan membatalkan dan menunda beberapa jadwal penerbangan.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas belum memberikan pernyataan terkait upaya evakuasi warga terdampak.
Gunung Lewotobi Laki-laki merupakan salah satu dari banyak gunung api aktif di Indonesia, yang berada di jalur Cincin Api Pasifik—wilayah rawan gempa dan aktivitas vulkanik akibat pertemuan lempeng tektonik.
Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan menjauhi radius bahaya yang ditetapkan. (*)
Editor : Lambertus Hurek