RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa musim kemarau belum sepenuhnya melanda Indonesia hingga pertengahan Juni 2025.
Data terbaru menunjukkan, baru 19% wilayah yang masuk musim kemarau, sementara 81% lainnya masih mengalami hujan atau masa peralihan atawa pancaroba.
Beberapa wilayah yang sudah memasuki fase kemarau meliputi sebagian kecil Aceh, Bengkulu, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku bagian tengah, Papua Barat, serta sebagian Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bali barat laut, dan selatan.
Di Nusa Tenggara, mayoritas wilayah NTB dan NTT juga sudah mulai kering. Lombok Timur (NTB) dan Sabu Raijua-Rote Ndao (NTT) bahkan mencatat 33 hari tanpa hujan - tertinggi se-Indonesia saat ini. Namun, kondisi ini masih bersifat lokal dan belum meluas secara nasional.
BMKG mengingatkan warga di daerah yang mulai kemarau untuk menghemat air bersih dan mengelola sumber daya air dengan bijak. Sementara itu, wilayah yang masih diguyur hujan diminta menjaga kebersihan saluran drainase guna mencegah banjir lokal.
Kondisi iklim Indonesia masih dipengaruhi oleh El Niño–La Niña, Indian Ocean Dipole (IOD), dan dinamika monsun. Pemantauan berkala diperlukan untuk memprediksi perubahan cuaca ekstrem ke depan.
Editor : Lambertus Hurek