RADAR SURABAYA – Menjelang jadwal kepulangan jemaah haji Embarkasi Surabaya pada Selasa (11/6), jumlah jemaah yang wafat terus bertambah. Hingga Minggu (9/6), total jemaah yang meninggal dunia tercatat sebanyak 43 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 jemaah meninggal dunia di Tanah Suci, sedangkan empat lainnya wafat sebelum keberangkatan di RS Haji Surabaya.
Angka ini menjadi yang tertinggi secara nasional, mengungguli embarkasi lainnya di seluruh Indonesia. Secara nasional, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai 183 orang hingga saat ini.
Dari 39 jemaah yang meninggal di Arab Saudi, 12 orang di antaranya wafat saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sisanya berpulang di Madinah, Makkah, Bandara Jeddah, serta fasilitas kesehatan setempat.
Berikut ini daftar lengkap 43 jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia:
Meninggal di RS Haji Surabaya (Sebelum Berangkat):
- Isdiyono Taslim Atmo Suwito (60), kloter 3 – Tulungagung
- Supatmi Supriadi Hasan (68), kloter 29 – Bangkalan
- Umu Sofiah, kloter 14 – Gresik
- Naki Muhammad Tang Ladu (64), kloter 74 – Kupang, NTT
Meninggal Dunia di Tanah Suci dan Selama Perjalanan:
Baca Juga: Sempat Dilaporkan Hilang, Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi Ditemukan di Madura
5. Nur Fadila (45), kloter 20 – Sidoarjo
6. Inten Retnowati (56), kloter 5 – Kediri
7. Soesanto Soemantri (73), kloter 16 – Surabaya
8. Muhadi Madris (74), kloter 9 – Blitar
9. Masiah Joyosijah Sarpan (59), kloter 64 – Bojonegoro
10. Karjiyah binti Legimo (75) – Tuban
11. Sri Umami Kasih (55), kloter 85 – Probolinggo
12. Gogok Priadi Djasmin (56), kloter 76 – Malang
13. Ikhsan Bahaudin (60), kloter 10 – Gresik
14. Arsan Gimah (92), kloter 81 – Malang
15. Habiye Tamu (76), kloter 37 – Lumajang
16. Abu Ali Djais (72), kloter 14 – Gresik
17. Supriyono Rais (59), kloter 75 – Gresik
18. Sunarti Katman Tarijo (75), kloter 3 – Tulungagung
19. Sugiman Slamet Soedardjo (69), kloter 96 – Surabaya
20. Abdul Mai Muhammad Hariyanto (72), kloter 50 – Jember
21. Sun Haji (89), kloter 70 – Tuban
22. Syamsiyana Somad Ahmad (47), kloter 97 – Malang
23. Abdul Majid Nurfafaqih Umar (61), kloter 64 – Bojonegoro
24. Samsuri Hambali (94), kloter 43 – Banyuwangi
25. Miskam Sabar Satik (50), kloter 85 – Probolinggo
26. Mahriya Mursit (69), kloter 71 – Buleleng, Bali
27. Mustofa Bonahar (85), kloter 9 – Blitar
28. Maridah Rabbisin Asdin (85), kloter 28 – Pamekasan
29. Jibto Jumaddin Murahyat (59), kloter 40 – Situbondo
30. Sugiharto Isman Sastromiharjo (59), kloter 54 – Ngawi
31. Tusima Asmoden Ismail (57), kloter 26 – Sampang
32. Syamsul Arifin Abdullah (63), kloter 32 – Jember
33. Nurilah Rochmat (66), kloter 46 – Blitar
34. Hasiyeh Habidin (85), kloter 95 – Pamekasan
35. Deden Anda Kusmana (66), kloter 72 – Badung, Bali
36. Mohammad Syafi’i Misbah (54), kloter 93 – Sidoarjo
37. Sumi Amatredjo (78), kloter 51 – Magetan
38. Maradin Misdjo (79), kloter 41 – Situbondo
39. Sutrisno Sofii (60), kloter 83 – Malang
40. Dasuki Sahful Jamrowi (73), kloter 47 – Mojokerto
41. Asraman Rafii (68), kloter 71 – Jembrana, Bali
42. Karmin Munawi (60), kloter 83 – Probolinggo
43. Emmad Mahmud (87), kloter 29 – Bangkalan