Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Getaran Banjir Lahar Semeru Tercatat 4 Jam, Ini Kawasan yang Harus Dijauhi

Lambertus Hurek • Senin, 9 Juni 2025 | 17:01 WIB
Kondisi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Sering erupsi. (IST)
Kondisi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Sering erupsi. (IST)

RADAR SURABAYA – Getaran banjir lahar hujan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat berlangsung hingga empat jam pada Minggu (8/6) malam. Hal itu dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Ghufron Alwi, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang pada Senin (9/6), menyampaikan bahwa tercatat dua kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 12–30 mm dan durasi gempa antara 1.920 hingga 14.400 detik.

"Selama periode pengamatan 24 jam pada Minggu, tercatat sebanyak 38 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan lama gempa 67–160 detik," jelas Ghufron.

Selain itu, tercatat juga empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 4–8 mm berdurasi 33–43 detik, tiga kali gempa harmonik dengan amplitudo 5–20 mm dan durasi 95–117 detik, serta tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 15–28 mm, S-P 13–53 detik, dan durasi 33–136 detik.

Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut dari level 0-II hingga 0-III. Asap kawah tidak terlihat. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga hujan dengan angin lemah hingga sedang mengarah ke selatan, barat, dan barat laut.

Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu juga mengalami dua kali erupsi pada Senin dini hari, masing-masing pukul 01.05 WIB dan 03.29 WIB.

"Erupsi pukul 01.05 WIB tidak teramati secara visual, namun terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 116 detik," ujarnya.

Erupsi kembali terjadi pukul 03.29 WIB dengan visual yang juga tidak teramati. Namun, getaran erupsi kembali terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 104 detik.

Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada di level Waspada atau Level II. Warga diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#meletus #erupsi #banjir lahar #gunung semeru #lumajang