RADAR SURABAYA – Musim kemarau di Indonesia belum merata. Hingga awal Juni 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat baru sekitar 11 persen wilayah di Indonesia yang sudah memasuki musim kemarau.
"Secara nasional, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam musim hujan," tulis BMKG dalam laporan terkini, Selasa (3/6). Bahkan, saat ini tidak ada satu pun daerah yang mengalami hari tanpa hujan selama lebih dari dua bulan.
Padahal secara normal, curah hujan biasanya sudah mulai menurun sejak Mei. Namun tahun ini, anomali iklim cukup terasa. Sebagian besar wilayah masih diguyur hujan dengan intensitas bervariasi.
Wilayah yang saat ini sudah memasuki musim kemarau tersebar di beberapa titik, seperti sebagian kecil Aceh, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan. Di Pulau Jawa, wilayah yang mulai kering meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Kemarau juga mulai terasa di bagian barat laut dan selatan Bali, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, serta sebagian wilayah Maluku Tengah dan Papua Barat. Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sebagian besar Nusa Tenggara Timur (NTT) juga sudah memasuki musim kemarau.
Meski begitu, intensitas kekeringan belum merata. BMKG mencatat daerah yang mengalami hari tanpa hujan terpanjang hingga akhir Mei adalah Solok, Sumatera Barat, dengan durasi 32 hari.
BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. “Hai Sobat Iklim, harap terus ikuti perkembangan musim dan potensi cuaca dari kanal resmi BMKG,” imbau lembaga tersebut. (*)
Editor : Lambertus Hurek