RADAR SURABAYA - Pemerintah tak mau gegabah memberikan bantuan sosial (bansos). Presiden Prabowo melihat masih banyak bansos yang tidak tepat sasaran. Rencananya, bulan ini pemerintah akan memberikan tambahan bansos yang penyalurannya menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Tambahan bansos bagi masyarakat yang membutuhkan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi yang akan dijalankan pemerintah pada Juni-Juli ini. Dalam rapat terbatas disepakati lima paket stimulus yang akan diberikan yaitu diskon transportasi, diskon tarif tol, tambahan bansos, Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan perpanjangan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
Dikutip dari Antara, penyaluran bansos tersebut akan mengacu pada DTSEN. "Presiden ingin apa yang diberikan ini (bantuan) tepat sasaran, sampai kepada mereka yang memang membutuhkan dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujar Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam keterangan pers tertulis usai rapat terbatas.
DTSEN selanjutnya dikukuhkan melalui Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2025 sehingga wajib menjadi acuan tunggal bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan pemerintah dan program-program pemberdayaan.
"Dari hasil ground-checking ada 1,9 juta lebih data yang disebut inclusion errors, mereka semestinya tidak dapat (bantuan), tapi selama ini dapat bantuan. Ada juga exclusion errors, yang mestinya dapat tapi tidak dapat," katanya.
Tambahan bansos akan diberikan kepada kelompok rentan dan miskin Rp200.000 serta 10 kg bantuan beras setiap bulan selama dua bulan kepada penerima sasaran kartu sembako, yaitu 18,3 juta penerima. (ant/gun)
Editor : Guntur Irianto