Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ratusan Rumah di Muara Angke Terendam Banjir Rob, Begini Penjelasan BMKG

Lambertus Hurek • Rabu, 28 Mei 2025 | 17:21 WIB
Kawasan terdampak banjir rob di pesisir Jakarta Utara. (IST)
Kawasan terdampak banjir rob di pesisir Jakarta Utara. (IST)

 

RADAR SURABAYA — Banjir rob merendam ratusan rumah warga di RW 22 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (28/5) dini hari. Air pasang laut yang naik sejak pukul 23.00 WIB menyebabkan kawasan Muara Angke kembali tergenang.

"Sebanyak 200 rumah warga terdampak. Ketinggian air mencapai 40 hingga 60 sentimeter," ujar Erda, petugas Tim Reaksi Cepat BPBD DKI Jakarta.

Menurut Erda, banjir rob ini dipicu oleh fenomena supermoon yang menyebabkan permukaan air laut naik signifikan dan melimpas ke daratan. Selain permukiman warga, genangan juga merendam sejumlah ruas jalan di kawasan Muara Angke.

Salah satu warga, Warsinah, mengatakan banjir sudah berlangsung selama tiga hari. Ia dan warga lain mengaku pasrah menghadapi kondisi yang berulang ini.

"Sudah tiga hari banjir. Kami cuma bisa pasrah. Kami harap pemerintah segera menyelesaikan pembangunan tanggul laut raksasa supaya air laut tidak masuk lagi," ujar Warsinah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan terkait potensi banjir rob akibat fenomena supermoon yang berlangsung sejak 24 Mei hingga 31 Mei 2025. Puncak pasang air laut diperkirakan terjadi pada akhir pekan ini.

Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Kristian Gottam Marudut Sihombing, mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada. Ia juga meminta warga menjaga kebersihan lingkungan agar genangan air tidak menjadi sumber penyakit.

"Fenomena supermoon berdampak besar terhadap pasang surut air laut. Kami minta masyarakat tetap siaga hingga 31 Mei," kata Kristian.

Pembangunan tanggul penahan rob di Muara Angke saat ini masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#supermoon #banjir rob #BMKG A.Yani #penjaringan #jakarta utara #fase bulan baru