Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tim Terdegradasi Bukan Akhir! 4 Pemain Ini Bisa Jadi Rebutan Klub Liga 1 Musim Depan

Andy Satria • Selasa, 27 Mei 2025 | 18:00 WIB
Septian David Maulana
Septian David Maulana

RADAR SURABAYA- Musim 2024/2025 menjadi tahun yang berat bagi PSIS Semarang, PSS Sleman, dan PS Barito Putera.

Ketiganya harus menelan pil pahit degradasi dari BRI Liga 1 dan bersiap turun kasta ke Liga 2. Meski gagal bertahan di kasta tertinggi, beberapa pemain bintang tetap tampil gemilang dan menjadi sorotan utama.

PSIS Semarang: Cahaya Septian David di Tengah Keterpurukan

PSIS Semarang menjadi tim pertama yang dipastikan terdegradasi setelah finis di dasar klasemen dengan 25 poin dari 34 laga.

Meski berjuang keras, performa tidak konsisten dan lemahnya lini belakang—dengan 57 kebobolan, tertinggi di liga—membuat PSIS gagal bersaing di papan bawah.

Di tengah performa buruk tim, Septian David Maulana tetap menunjukkan kualitasnya. Gelandang serang yang mengenakan nomor punggung 29 ini mencetak 5 gol dan 3 asis.

Ia juga menjadi pemain dengan jumlah tembakan tepat sasaran (shot on target) terbanyak di tim, yakni 24 kali.

Keberaniannya menusuk lini pertahanan lawan membuatnya tetap bersinar, bahkan saat tim tenggelam.

Sementara itu, Gali Freitas menjadi pemain dengan tembakan melenceng terbanyak (24), mencerminkan kesulitan PSIS dalam penyelesaian akhir.

PSS Sleman: Ketajaman Gustavo Tocantins Tak Mampu Selamatkan Super Elja

PSS Sleman menutup musim dengan kemenangan 3–0 atas Madura United FC, namun tetap finis di peringkat ke-16 dengan 34 poin.

Kemenangan itu tidak cukup karena pesaing utama mereka, Semen Padang FC, juga mengamankan tiga poin.

Di balik kegagalan tersebut, Gustavo Tocantins tampil luar biasa. Striker asal Brasil ini mencetak 16 gol dan menjadi mesin gol utama Super Elang Jawa.

Dikenal karena keuletannya dan naluri tajam di kotak penalti, Tocantins menjadi simbol perjuangan PSS hingga laga terakhir.

“Kami sudah berjuang sampai akhir, tetapi hasil akhirnya tidak sesuai harapan. Ini adalah pelajaran bagi kami untuk bangkit musim depan,” ujar Tocantins penuh semangat.

Penampilan cemerlang juga ditunjukkan oleh Alan Bernardon, sang penjaga gawang. Ia mencatat 141 penyelamatan, tertinggi di antara seluruh kiper BRI Liga 1 musim ini.

Refleks dan kepiawaiannya di bawah mistar kemungkinan besar akan menarik perhatian banyak klub papan atas.

PS Barito Putera: Kreativitas Lucas Morelatto Belum Cukup

Barito Putera harus mengakhiri musim di posisi ke-17 dengan 34 poin. Kemenangan 2–1 atas PSIS Semarang di laga terakhir belum cukup untuk menghindarkan mereka dari degradasi karena kalah selisih gol dari pesaing.

Pemain yang mencuri perhatian adalah Lucas Morelatto, gelandang kreatif yang mencetak 9 gol dan memberikan 3 asis.

Ia tidak hanya piawai dalam menyerang, tetapi juga menjadi pemain dengan jumlah tekel terbanyak (41) di tim, membuktikan dirinya sebagai pemain serba bisa.

Ia juga tercatat sebagai pemain Barito dengan tembakan tepat sasaran terbanyak (31) dan tembakan melenceng terbanyak (25), menunjukkan perannya yang dominan dalam serangan tim.

Cahaya dalam Kegelapan

Meskipun PSIS Semarang, PSS Sleman, dan PS Barito Putera gagal bertahan di BRI Liga 1, penampilan para pemain bintang seperti Septian

David Maulana, Gustavo Tocantins, Alan Bernardon, dan Lucas Morelatto memberikan secercah harapan.

Mereka membuktikan bahwa kualitas individu tetap bisa bersinar meskipun tim berada dalam kondisi sulit. Musim depan, mereka bisa menjadi penentu—entah di Liga 2, atau bersama klub baru di kasta tertinggi.(sam)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#liga indonesia baru #Barito Putra #psis semarang #septian david maulana #pt lib #degradasi #pss sleman