RADAR SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan layanan Trans Jatim Koridor VI yang melintasi rute Mojokerto–Sidoarjo.
Program ini tidak hanya menghadirkan kemudahan akses transportasi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Trans Jatim Koridor VI menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan transportasi publik yang aman, murah, dan terjangkau.
Selain itu, kehadiran layanan ini turut mendorong geliat ekonomi lokal di kawasan yang dilintasi.
Ahmad Ferdiansyah, salah satu petugas kebersihan Trans Jatim, kehidupannya berubah sejak mendapat kesempatan sebagai petugas kebersihan.
Sebelumnya, Ahmad bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap.
"Dulu aktivitas saya kerja serabutan, kadang jadi kernet bus, kadang ikut di sawah. Karena program TransJatim ini saya bisa bekerja sebagai cleaning service," kata Ferdiansyah di Mojokerto.
Dia menyampaikan terima kasih kepada Khofifah karena program ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.
Baginya, Trans Jatim bukan sekadar moda transportasi, melainkan peluang hidup yang baru.
"Untuk Ibu Khofifah, terima kasih karena sudah membuka program TransJatim. Karena ini yang dibutuhkan sama masyarakat," lanjutnya.
Sementara, Pramugari Trans Jatim Sabrina, juga merasakan manfaat besar dari hadirnya koridor baru ini.
Ia menilai program ini memberi ruang kerja bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang melalui pelayanan publik.
"TransJatim ini tidak hanya membuka transportasi bagi masyarakat sekitar, tapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda," ujar Sabrina.
Senada, Hendra Kurniawan, pengemudi Trans Jatim, menyebut Koridor VI sebagai titik balik bagi banyak rekannya yang sempat kehilangan pekerjaan.
Ia merasa bersyukur bisa kembali menafkahi keluarga lewat layanan transportasi modern ini.
"Terima kasih Ibu Khofifah sudah membuka Trans Jatim Koridor Enam ini dan membuka lapangan pekerjaan buat driver dan rekan-rekan saya," ucap Hendra. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista