RADAR SURABAYA- Setiap tahun, jutaan Muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Mekah untuk menunaikan ibadah haji, salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan sekali seumur hidup bagi yang mampu.
Ibadah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin menuju kedekatan dengan Allah SWT.
Tahun ini, rangkaian ibadah haji 2025 diperkirakan berlangsung pada 4–9 Juni, namun tepatnya nanti berdasarkan pengumuman resmi dari otoritas Arab Saudi.
Berikut ini adalah panduan lengkap ritual haji beserta maknanya, disertai kutipan dari para ulama:
1. Memasuki Keadaan Ihram
Memulai ibadah haji, jemaah memasuki keadaan ihram, tanda awal kesucian fisik dan spiritual. Mengenakan pakaian tanpa jahitan bagi pria dan pakaian tertutup bagi wanita, jemaah mengikrarkan niat suci untuk berhaji.
“Ihram bukan sekadar pakaian putih, melainkan simbol bahwa manusia meninggalkan segala atribut duniawi untuk menghadap Allah dalam keadaan paling sederhana dan tulus.”
— Syekh Abdurrahman as-Sa’di
2. Tawaf Mengelilingi Kakbah
Ritual tawaf dilakukan dengan mengelilingi Kakbah tujuh kali. Ini mencerminkan ketaatan dan kesatuan umat Islam di seluruh dunia.
“Tawaf adalah bukti bahwa seluruh jiwa dan raga mengitari satu poros: Allah. Seperti planet mengitari matahari, hati orang beriman mengitari cinta kepada Rabb-nya.”
— Imam Al-Ghazali
3. Sa’i antara Safa dan Marwah
Sa’i mengingatkan umat pada perjuangan Hajar mencari air untuk anaknya, Ismail. Ini adalah simbol keteguhan dan doa yang dijawab.
“Dalam langkah-langkah Hajar terkandung pelajaran tentang kesabaran, tawakal, dan kasih ibu yang tak ternilai.”
— Syekh Muhammad Mutawalli Sya’rawi
4. Bermalam di Mina (Tarwiyah)
Pada tanggal 7 Dzulhijjah malam, jemaah bergerak untuk bermalam di Mina, memperbanyak doa dan introspeksi sebagai persiapan menuju Arafah.
5. Wukuf di Arafah
Ritual paling penting dalam haji adalah wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. Berdiam diri dalam doa dari siang hingga terbenam matahari.
“Hari Arafah adalah saat manusia paling dekat dengan Allah. Tak ada jarak antara hamba dan Tuhannya kecuali doa yang belum terucap.”
— Syekh Ibn Utsaimin
6. Bermalam di Muzdalifah
Usai dari Arafah, jemaah bergerak menuju dan menginap di Muzdalifah dan mengumpulkan batu untuk melontar jumrah. Ini adalah malam refleksi dan kesederhanaan.
7. Melontar Jumrah
Rami al-jamarat melambangkan perlawanan terhadap godaan dan kejahatan, meniru sikap Nabi Ibrahim saat digoda setan.
“Melontar jumrah bukan untuk melempar batu pada setan secara harfiah, tetapi simbol penolakan kita terhadap hawa nafsu dan godaan dunia.”
— Imam Nawawi
8. Kurban: Tanda Ketaatan
Penyembelihan hewan dilakukan sebagai penghormatan kepada kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Dagingnya dibagikan kepada yang membutuhkan.
9. Potong Rambut
Tindakan ini melambangkan penyucian dan kerendahan hati. Pria dianjurkan untuk mencukur habis rambut kepala.
10. Tawaf Ifadah dan Sa’i Terakhir
Jemaah melakukan tawaf ifadah dan sa’i terakhir sebagai rangkaian utama penutup ibadah.
11. Tawaf Wada: Perpisahan
Sebelum kembali ke tanah air, jemaah menunaikan tawaf wada sebagai ucapan selamat tinggal kepada Mekah.
“Saat tawaf perpisahan, hati menangis karena enggan meninggalkan tempat yang menjadi saksi kedekatan dengan Allah.”
— Syekh Ali Jaber
Ibadah haji adalah perjalanan transformasi spiritual. Bagi setiap Muslim, memahami tahapan haji dan maknanya akan membantu menumbuhkan kekhusyukan dalam menjalankannya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan