Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2025: Perjalanan Suci dan Hikmah dari Setiap Ritual

Rahmat Adhy Kurniawan • Minggu, 25 Mei 2025 | 21:41 WIB
Photo
Photo

RADAR SURABAYA- Setiap tahun, jutaan Muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Mekah untuk menunaikan ibadah haji, salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan sekali seumur hidup bagi yang mampu.

Ibadah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin menuju kedekatan dengan Allah SWT.

Tahun ini, rangkaian ibadah haji 2025 diperkirakan berlangsung pada 4–9 Juni, namun tepatnya nanti berdasarkan pengumuman resmi dari otoritas Arab Saudi.

Berikut ini adalah panduan lengkap ritual haji beserta maknanya, disertai kutipan dari para ulama:

1. Memasuki Keadaan Ihram

Memulai ibadah haji, jemaah memasuki keadaan ihram, tanda awal kesucian fisik dan spiritual. Mengenakan pakaian tanpa jahitan bagi pria dan pakaian tertutup bagi wanita, jemaah mengikrarkan niat suci untuk berhaji.

“Ihram bukan sekadar pakaian putih, melainkan simbol bahwa manusia meninggalkan segala atribut duniawi untuk menghadap Allah dalam keadaan paling sederhana dan tulus.”
— Syekh Abdurrahman as-Sa’di

2. Tawaf Mengelilingi Kakbah

Ritual tawaf dilakukan dengan mengelilingi Kakbah tujuh kali. Ini mencerminkan ketaatan dan kesatuan umat Islam di seluruh dunia.

“Tawaf adalah bukti bahwa seluruh jiwa dan raga mengitari satu poros: Allah. Seperti planet mengitari matahari, hati orang beriman mengitari cinta kepada Rabb-nya.”
— Imam Al-Ghazali

3. Sa’i antara Safa dan Marwah

Sa’i mengingatkan umat pada perjuangan Hajar mencari air untuk anaknya, Ismail. Ini adalah simbol keteguhan dan doa yang dijawab.

“Dalam langkah-langkah Hajar terkandung pelajaran tentang kesabaran, tawakal, dan kasih ibu yang tak ternilai.”
— Syekh Muhammad Mutawalli Sya’rawi

4. Bermalam di Mina (Tarwiyah)

Pada tanggal 7 Dzulhijjah malam, jemaah bergerak untuk bermalam di Mina, memperbanyak doa dan introspeksi sebagai persiapan menuju Arafah.

5. Wukuf di Arafah

Ritual paling penting dalam haji adalah wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. Berdiam diri dalam doa dari siang hingga terbenam matahari.

Hari Arafah adalah saat manusia paling dekat dengan Allah. Tak ada jarak antara hamba dan Tuhannya kecuali doa yang belum terucap.”
— Syekh Ibn Utsaimin

6. Bermalam di Muzdalifah

Usai dari Arafah, jemaah bergerak menuju dan menginap di Muzdalifah dan mengumpulkan batu untuk melontar jumrah. Ini adalah malam refleksi dan kesederhanaan.

7. Melontar Jumrah

Rami al-jamarat melambangkan perlawanan terhadap godaan dan kejahatan, meniru sikap Nabi Ibrahim saat digoda setan.

“Melontar jumrah bukan untuk melempar batu pada setan secara harfiah, tetapi simbol penolakan kita terhadap hawa nafsu dan godaan dunia.”
— Imam Nawawi

8. Kurban: Tanda Ketaatan

Penyembelihan hewan dilakukan sebagai penghormatan kepada kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Dagingnya dibagikan kepada yang membutuhkan.

9. Potong Rambut

Tindakan ini melambangkan penyucian dan kerendahan hati. Pria dianjurkan untuk mencukur habis rambut kepala.

10. Tawaf Ifadah dan Sa’i Terakhir

Jemaah melakukan tawaf ifadah dan sa’i terakhir sebagai rangkaian utama penutup ibadah.

11. Tawaf Wada: Perpisahan

Sebelum kembali ke tanah air, jemaah menunaikan tawaf wada sebagai ucapan selamat tinggal kepada Mekah.

“Saat tawaf perpisahan, hati menangis karena enggan meninggalkan tempat yang menjadi saksi kedekatan dengan Allah.”
— Syekh Ali Jaber

Ibadah haji adalah perjalanan transformasi spiritual. Bagi setiap Muslim, memahami tahapan haji dan maknanya akan membantu menumbuhkan kekhusyukan dalam menjalankannya.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Jemaah Haji Indonesia #ibadah haji #haji 2025