RADAR SURABAYA – Persebata Lembata harus mengubur mimpi menembus final Liga 4 Nasional. Bermain imbang 2-2 lawan Persitara Jakarta Utara di laga terakhir babak 8 besar, tim asal NTT itu tersingkir karena hanya mengoleksi 3 poin hasil dari tiga kali seri.
Namun, ada kisah unik sekaligus miris di balik kegagalan ini. Salah satu pemain andalan Persebata, Asten Wetu, absen total dari pertandingan krusial itu. Bukan karena akumulasi kartu atau cedera, melainkan karena… jersey hilang!
Ya, jersey merah milik Asten Wetu raib saat proses laundry. Dan nahasnya, manajemen Persebata tak menyiapkan jersey cadangan. Alhasil, sang pemain serba bisa itu tak bisa dimainkan, bahkan tak duduk di bench.
“Awalnya banyak yang kira Asten akumulasi kartu. Tapi dia bersih sejak babak 64 besar. Nggak ada kartu sama sekali,” ujar seorang penggemar Persebata yang hadir langsung di stadion.
Absennya Asten jelas terasa. Dua gol ke gawang Persebata berawal dari sisi pertahanan yang biasanya dijaga Asten. Rentus Tokan yang diplot menggantikannya memang tampil maksimal, tapi tak bisa menutupi lubang yang ditinggalkan Asten.
Irsan, pengamat sepak bola NTT, menyayangkan kelalaian teknis tersebut. “Hal sekecil ini mestinya bisa dicegah. Ke depan, manajemen harus lebih sigap dan punya antisipasi. Minimal siapkan jersey cadangan,” kritiknya. (*)
Editor : Lambertus Hurek