Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang Juni Musim Kemarau Belum Jelas, Jawa Timur Terdampak Banjir dan Longsor

Lambertus Hurek • Jumat, 23 Mei 2025 | 14:04 WIB
Tim Gabungan dari BPBD Jatim, BPBD Trenggalek, Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan saat melakukan penanganan material longsor dan pencarian korban yang hilang.
Tim Gabungan dari BPBD Jatim, BPBD Trenggalek, Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan saat melakukan penanganan material longsor dan pencarian korban yang hilang.

RADAR SURABAYA - Bencana hidrometeorologi masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir. Jawa Timur menjadi salah satu daerah terdampak signifikan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir di Kabupaten Bojonegoro dan bencana banjir-longsor di Trenggalek sebagai kejadian menonjol.

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi BNPB per Kamis (22/5/2025), total terdapat 42 kejadian bencana, 16 di antaranya berdampak serius pada masyarakat dan infrastruktur.

Di Bojonegoro, banjir menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 150 cm, menyebabkan 242 kepala keluarga (KK) terdampak.

Sementara di Trenggalek, kombinasi banjir dan tanah longsor menewaskan satu orang dan enam warga dilaporkan hilang. Tim gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi.

"Dominasi bencana hidrometeorologi menjadi indikator penting akan tingginya kerentanan wilayah terhadap faktor cuaca ekstrem dan perubahan iklim," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Selain Jawa Timur, bencana serupa terjadi di Ciamis (Jawa Barat) dengan banjir setinggi 30-100 cm mengganggu 152 KK, serta angin puting beliung di Tidore Kepulauan (Maluku Utara) yang merusak 16 rumah.

Di Purbalingga (Jawa Tengah), longsor mengakibatkan 10 rumah rusak dan enam warga mengungsi.

BNPB juga memantau karhutla di Riau yang telah membakar 106,08 hektare lahan sejak awal tahun. Pemerintah daerah diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dan masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi tidak valid. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#trenggalek #bojonegoro #Hidrometeorologi #longsor #bencana alam #banjir #bnpb