RADAR SURABAYA – Lolosnya Persebata Lembata ke Liga 3 Nasional musim 2025/2026 disambut antusias publik Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, pencapaian tim debutan asal Pulau Lembata ini juga menghadirkan tantangan baru.
Lapangan Gelora 99 di Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, dinilai belum memenuhi standar nasional dan lebih menyerupai lapangan tarkam. Lapangan lain di Larantuka, kota terdekat juga tidak memenuhi syarat.
Merespons hal tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena langsung turun tangan. Ia memerintahkan jajarannya untuk mempersiapkan Stadion Oepoi, Kupang, sebagai home base Persebata Lembata selama berlaga di Liga 3.
“Dengan sistem home-away di Liga Nusantara (Liga 3), setiap tim harus memiliki stadion yang sesuai standar PSSI. Dari 22 kabupaten di NTT, hanya stadion di Kupang yang layak untuk menggelar kompetisi nasional. Maka kami akan fasilitasi Persebata Lembata bermain di sana,” ujar Melki.
Ia juga menyebut bahwa Pemerintah Provinsi NTT memberi dukungan penuh terhadap kiprah Persebata Lembata, baik dari segi pembinaan pemain, manajemen, hingga pendanaan.
“Saya datang langsung ke Yogyakarta untuk menyaksikan pertandingan babak 16 besar. Lolosnya Persebata membuktikan bahwa anak-anak NTT punya potensi besar di bidang olahraga, termasuk sepak bola,” katanya.
Saat ini, Stadion Oepoi tengah dibenahi untuk mendukung kesiapan NTT menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) bersama NTB. Peningkatan kualitas stadion ini diharapkan sekaligus mendukung kiprah klub-klub lokal seperti Persebata di pentas nasional. (*)
Editor : Lambertus Hurek