RADAR SURABAYA – Proses pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) dari Embarkasi Surabaya terus berlangsung. Hingga Rabu (21/5) pagi, sebanyak 63 kloter atau 23.914 orang telah diberangkatkan ke Tanah Suci dari total keseluruhan 36.845 calon jemaah haji.
Namun, di tengah proses pemberangkatan yang berlangsung lancar, kabar duka juga datang dari sejumlah jemaah.
Tercatat, sebanyak tujuh calon jemaah haji meninggal dunia, baik di Tanah Suci maupun saat masih berada di Embarkasi Surabaya.
Rincian Jemaah Haji yang Meninggal Dunia
Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugiyo, menjelaskan bahwa empat jemaah wafat di Arab Saudi dan tiga lainnya di Rumah Sakit Haji Surabaya.
Salah satu jemaah yang meninggal dunia di Surabaya adalah Umu Sopiah (50), warga Gresik dari Kloter 14. Ia mengembuskan napas terakhir di RS Haji pada Selasa (20/5) akibat gagal ginjal.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Baru saja ada kabar duka dari jemaah asal Gresik, Kloter 14, atas nama Umu Sopiah. Semoga husnul khatimah dan keluarga diberi kesabaran,” ujar Sugiyo, Rabu (21/5).
Di Makkah, seorang jemaah asal Blitar, Muhadi Madris (74), dari Kloter 9, juga meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS King Abdul Aziz karena gangguan pernapasan.
Jemaah lainnya yang wafat sebelum berangkat ke Tanah Suci adalah Isdiyono Taslim Atmo dari Tulungagung (Kloter 3), yang meninggal dunia
pada 4 Mei akibat serangan jantung. Selain itu, seorang jemaah asal Bangkalan dari Kloter 29 wafat karena septic shock.
Nama lain yang turut meninggal dunia adalah Soesanto Soemantri Notodiarjo (73) dari Surabaya, yang wafat di Makkah.
Sementara itu, dua jemaah wafat saat dalam perjalanan dan sesudah tiba di Arab Saudi, yaitu:
Nur Fadilah dari Kloter 20, asal Sidoarjo, yang wafat di atas pesawat dan dimakamkan di Baqi, Madinah.
Inten Retno Wati (56), asal Kabupaten Kediri, yang meninggal dunia di Makkah karena sakit.
Empat Jemaah Masih Dirawat di RS Haji
Selain tujuh yang meninggal, Sugiyo juga menginformasikan bahwa saat ini masih ada empat calon jemaah haji yang menjalani perawatan intensif di RS Haji Surabaya karena berbagai penyakit.
“Kita doakan semoga yang sakit segera diberikan kesembuhan agar dapat berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Imbauan Menjelang Puncak Haji 2025
Menghadapi puncak haji 2025 yang diperkirakan jatuh pada 5 Juni mendatang, Sugiyo mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, baik yang sudah di Tanah Suci maupun yang akan berangkat dari Indonesia.
“Kondisi di Makkah saat ini sangat panas, suhu bisa mencapai 45 hingga 50 derajat Celsius. Kami imbau agar tidak memforsir tenaga dengan banyak melakukan ibadah sunah. Fokus pada ibadah wajib dan siapkan fisik serta mental,” tegasnya.
Sugiyo juga mengingatkan agar calon jemaah tidak terlalu banyak menerima tamu menjelang keberangkatan agar tetap fit saat tiba di Arab Saudi.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan