Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kuota Pendaki Gunung Rinjani Dibatasi, Menteri LHK: Jangan Sampai Alam Rusak demi Wisata Murah!

Lambertus Hurek • Senin, 19 Mei 2025 | 14:17 WIB
Wisatawan menikmati Gunung Rinjani di NTB.
Wisatawan menikmati Gunung Rinjani di NTB.

RADAR SURABAYA - Pemerintah tetap kukuh membatasi kuota pendaki Gunung Rinjani demi menjaga kelestarian alam. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Raja Juli Antoni menegaskan, kebijakan ini berlaku untuk semua taman nasional di Indonesia, termasuk Rinjani yang jadi primadona wisatawan.

"Rinjani itu kawasan ekonomi berbasis konservasi. Jadi harus seimbang antara pariwisata dan ekologi," tegas Juli saat membuka event lari Rinjani 100 di Sembalun, Lombok Timur, Minggu (19/5/2024).


Menurutnya, pembatasan 700 pendaki per hari sudah dihitung sesuai daya dukung alam. Jika dilepas, ekosistem Rinjani bisa rusak—apalagi ada ancaman sampah dan kerusakan jalur akibat lonjakan pengunjung.

"Kami batasi bukan untuk mengurangi rezeki pelaku wisata, tapi biar Rinjani tetap cantik dan berkelanjutan," jelasnya.


Kebijakan ini sempat diprotes oleh Asosiasi Tour Operator Senaru (ATOS) yang minta kuota jalur Senaru dinaikkan dari 150 orang/hari jadi tak terbatas. Mereka khawatir pendapatan turun karena banyak pendaki gagal dapat slot.

Tapi di sisi lain, pengelola jalur Sembalun justru ingin pendakian dibuat lebih premium dan terkelola. Mereka menolak wisata "murah-meriah" yang hanya mengejar kuantitas tanpa memedulikan kerusakan alam. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#raja juli antoni #pendaki #gunung rinjani #ntb #lombok #lhk