Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Motif Pengantin di Palembang Sumsel Diserang Sajam dan Senpi di Hari Pernikahannya

Guntur Irianto • Senin, 12 Mei 2025 | 16:41 WIB
PERAWATAN : Korban Ahmad gagal menikah. Calon pengantin ini diserang orang menggunakan sajam dan senpi di Palembang, Sumsel. (ANTARA/RADAR SURABAYA)
PERAWATAN : Korban Ahmad gagal menikah. Calon pengantin ini diserang orang menggunakan sajam dan senpi di Palembang, Sumsel. (ANTARA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Calon pengantin Ini harusnya melangsungkan hari bahagianya, malah menjadi hari yang tak pernah bisa dilupakannya. Bagaimana tidak, niatnya untuk melangsungkan akad nikah harus ditunda. Usai sejumlah orang menyerangnya menggunakan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi). Ini terjadi di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Calon pengantin pria Ahmad Anda, 31, diserang lima orang saat hendak melangsungkan akad nikah dan resepsi di Palembang, Sumsel. Tiga orang menyerangnya menggunakan sajam, satu orang menggunakan senpi, sementara satu lagi bertugas menghalangi mobil korban.

Kapolsek Seberang Ulu I Palembang AKP Herri dikutip dari Antara, mengatakan, aksi penyerangan terhadap korban diduga karena dendam lama antara salah satu pelaku terhadap korban. 

"Dendam lama para pelaku dengan korban, namun untuk jelasnya akan kita ungkap setelah para pelaku tertangkap. Kami juga masih mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian. Kami akan kejar para pelaku dan ungkap motif di balik penyerangan ini seterang-terangnya," katanya.

Ibu korban, Ningcik, yang ditemui di rumah sakit mengaku masih syok dan tak kuasa menahan kesedihan atas musibah yang dialami anaknya.

Ningcik mengaku tidak mengetahui motif di balik serangan brutal terhadap putranya itu.

"Kami kaget, kami tidak tahu siapa pelakunya dan apa motifnya, begitu kami turun kami diserang," ujar Ningcik dengan suara bergetar kepada wartawan.

Ahmad yang dalam kondisi tak berdaya dan penuh luka terbata mengungkapkan bahwa penyerangnya berjumlah lima orang, dengan tiga orang di antaranya menyerangnya menggunakan senjata tajam jenis parang, sementara satu orang lainnya menodongkan pistol dan menghalangi mobilnya.

Ada lima orang, tiga pakai parang, satu pakai pistol. Yang megang pistol saya kenal, namanya Jono alias Ian," ujar Ahmad kepada awak media, Minggu siang.

Menurut Ahmad, serangan tersebut diduga dilatarbelakangi dendam lama. Ia mengaku pernah berselisih dengan Jono pada tahun 2019.

"Dia itu nuduh aku cepu (informan polisi), padahal aku tidak merasa. Kami pernah ribut di atas Jembatan Kertapati, aku diteriakin maling, aku lari, dia lari. Terus waktu dia sendirian, aku tusuk," jelas Ahmad.

Ia menduga dendam lama itu yang menjadi motif pelaku melakukan aksi balas dendam tepat di hari pernikahannya."Pas dikejar dan kena bacok, aku lari masuk ke rumah warga. Awalnya dikira aku dikejar polisi karena ada suara tembakan. Tapi, setelah tahu kondisinya, aku langsung dibawa ke rumah sakit," jelasnya. (ant/gun)

Editor : Guntur Irianto
#pengakuan #korban #Diserang #sajam #polisi #dibacok #sumatera selatan #pelaku #polsek #palembang #senpi #kondisi #Motif #pengantin #kronologi