RADAR SURABAYA – Asisten pelatih Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, menyoroti lemahnya penyelesaian akhir sebagai faktor utama
kegagalan timnya meraih poin penuh saat menjamu Semen Padang dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2024-2025.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (11/5) malam, berakhir imbang 1-1.
“Ya, lagi-lagi soal penyelesaian akhir. Kami akan evaluasi dan perbaiki dalam latihan. Sudah tiga kali imbang, jadi kami akan fokus lagi untuk meraih poin penuh di dua laga terakhir,” ujar Uston Nawawi dalam konferensi pers seusai laga.
Meski kecewa dengan hasil imbang di kandang sendiri, mantan gelandang timnas Indonesia itu tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya.
Ia menyebut seluruh elemen tim telah bekerja keras, baik dalam sesi latihan maupun saat pertandingan berlangsung.
“Semua ingin menang, tidak ada yang ingin kalah. Apalagi ini di rumah kami sendiri,” tambahnya.
Terkait gol Dejan Tumbas yang dianulir karena offside, Uston memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya pada teknologi video assistant referee (VAR).
“Saya tidak mau komentar soal wasit. VAR menyatakan offside, kita bisa apa,” ucapnya singkat.
Kapten Tim Bruno Moreira: Evaluasi Penting untuk Dua Laga Terakhir
Sementara itu, kapten Persebaya Bruno Moreira turut mengakui bahwa laga melawan Semen Padang berlangsung tidak mudah, terutama pada babak pertama yang diguyur hujan deras.
“Pertandingan sulit, terutama di awal karena hujan. Tapi kami tetap berusaha untuk meraih tiga poin. Semua orang kecewa karena bermain di kandang, tapi tidak bisa menang,” kata pemain asal Brasil tersebut.
Bruno menekankan pentingnya evaluasi, terutama karena Persebaya kembali gagal mengonversi sejumlah peluang menjadi gol. Menurutnya, hal itu tak boleh terus berulang, terlebih menjelang akhir musim.
“Kami kehilangan banyak peluang, dan itu tidak boleh sering terjadi. Kami tahu kadang hal itu bisa terjadi, tapi tidak boleh menjadi kebiasaan,” tegasnya.
Meski cuaca sempat mengganggu ritme permainan, Bruno menolak menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama.
“Kami adalah pemain profesional, jadi harus siap dalam segala situasi. Malangnya, kami tidak bisa memaksimalkan setiap peluang yang ada,” tutupnya.
Persebaya Wajib Bangkit di Dua Laga Sisa
Dengan hasil ini, Persebaya memperpanjang rekor hasil imbang mereka menjadi tiga pertandingan beruntun.
Untuk menjaga peluang finis di posisi terbaik pada klasemen akhir Liga 1, evaluasi dan peningkatan kualitas penyelesaian akhir menjadi tugas utama tim pelatih.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan