RADAR SURABAYA – Belakangan di media sosial ramai memperbincangkan siswa sekolah Indonesia yang melakukan study tour ke Paris, Prancis.
Yang menjadi perhatian warga net adalah besarnya biaya dan asal sekolah para siswa karena sampai melakukan study tour ke salah satu negara di Eropa tersebut.
Sekolah yang melakukan study tour ke Paris tersebut adalah murid sekolah Al Azhar International Islamic Boarding School (Al Azhar IIBS) yang berada di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Pihak sekolah pun melakukan klarifikasi terkait study tour tersebut. Humas Al Azhar IIBS, Ahmad Zulfiqar mengatakan, program tahunan yang dinamakan "Overseas Program Europe: 99 Lights Into Europe" itu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter pembelajaran SMP dan SMA di kampus Al Azhar IIBS tersebut.
"Program ini sudah berjalan semenjak tahun ajaran baru atau lebih tepatnya pendirian kampus di Kabupaten Karanganyar," kata Ahmad, dikutip Minggu (11/5).
Ahmad mengatakan, kegiatan studi wisata pelajar ke luar negeri merupakan program rutin di sekolah tersebut.
Dia menjelaskan, pada tahun ajaran pertama sekolah berdiri para pelajar melakukan studi wisata ke negara Turki bersama Ustadz Felix.
Kemudian ditahun berikutnya, seluruh murid serta orang tua murid berangkat umroh dan juga kunjungan ke Jepang.
"Sehingga kita dapat mengirimkan murid dan guru untuk jadi imam selama sebulan full Ramadan di sana," kata dia.
Ia mengatakan, program tersebut mendapat respons positif dari orang tua dan wali murid di Al Azhar IIBS di Karangpandan.
Dia menuturkan mereka sangat suportif dan senang sekali dengan program tersebut.
"Para wali murid sangat senang dengan program overseas yang ada di kampus Al Azhar IIBS dan selalu menunggu program-program overseas selanjutnya," kata dia.
"Selain kunjungan, biasanya kami juga menggarap MOU dengan beberapa kampus atau perguruan tinggi terkemuka juga menjalin kerja sama atau relasi dengan instansi-instansi di luar negeri," imbuh dia.
Dia mengatakan program ini dilaksanakan untuk menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan wawasan global.
Ia mengatakan program ini menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut, dengan menghadirkan pengalaman lintas budaya dan sejarah yang mendalam dan bermakna.
Dia menjelaskan program ini melibatkan siswa-siswi tingkat SMA Al Azhar IIBS yang dikenal aktif dalam pengembangan diri, baik secara akademis maupun spiritual.
Diketahui biaya study tour ke Paris ini mencapai Rp 60 juta per siswa. Selama pelaksanaan program, para peserta akan menjelajahi sejumlah negara di Eropa, seperti Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, dan Swiss, dengan berbagai destinasi unggulan yang telah dirancang secara edukatif dan inspiratif.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar menyebutkan tak mempermasalahkan dengan adanya karya wisata sekolah Al Azhar. Terlebih, jika tidak ada protes dari orang tua murid.
Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar Agam Bintoro mengatakan, sekolah tersebut memang sering melakukan studi wisata ke luar negeri, bahkan sejak awal berdiri. "Itu tak masalah, selama tidak ada paksaan dari sekolah," kata Agam.
Agam menyebutkan, program studi wisata yang dilaksanakan Al-Azhar sudah dilaksanakan beberapa kali.
Para siswa Al-Azhar Karangpandan disebut melakukan studi wisata itu ke luar negeri Madinah, Jepang, Prancis dan Australia.
"Itu merupakan kebijakan masing-masing sekolah dan itu sah-sah saja jika tidak ada paksaan dari sekolah untuk studi wisata," kata dia.
Study tour keluar negeri sebenarnya juga sudah dilakukan beberapa sekolah di Jawa Timur, seperti sekolah-sekolah swasta di Surabaya dan Sidoarjo. Tujuannya mulai dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, hingga Jepang.
Biaya yang dikeluarkan tentu tidak sedikit, mulai belasan hingga puluhan juta rupiah.
Namun sekolah-sekolah di Surabaya maupun Sidoarjo tidak mewajibkan study tour tersebut, mereka mempersilahkan bagi wali siswa yang berkenan saja. (trb/nur)
Editor : Nurista Purnamasari