Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2025: Tiga Calon Jemaah Haji Kloter 32 Asal Jember Alami Demensia di Asrama Haji Surabaya

Rahmat Sudrajat • Minggu, 11 Mei 2025 | 15:53 WIB
DITENANGKAN: Calon jemaah haji asal Jember kloter 32, Siti Aisyah saat ditenangkan oleh rekan jemaah lainnya dan tim dokter kloter di depan kamarnya Hall A2 Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
DITENANGKAN: Calon jemaah haji asal Jember kloter 32, Siti Aisyah saat ditenangkan oleh rekan jemaah lainnya dan tim dokter kloter di depan kamarnya Hall A2 Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

RADAR SURABAYA – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, tiga calon jemaah haji (CJH) asal Jember yang tergabung dalam kloter 32 mengalami gejala demensia ringan saat berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Siti Aisyah (60), seorang lansia yang mendadak keluar dari kamarnya dan mengaku ingin pulang ke kampung halamannya.

Dengan menggunakan kursi roda, Aisyah tampak kebingungan menyusuri lorong asrama, mencari jalan pulang ke Jember.

"Saya ingin pulang karena sudah ditunggu di Balai Desa oleh keluarga saya," ujarnya sembari terus mencoba menemukan jalan keluar.

Tidak hanya itu, Aisyah juga sempat kebingungan mencari keberadaan suaminya, Busan, yang saat itu sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di klinik Embarkasi Surabaya akibat kelelahan setelah perjalanan jauh dari Jember.

Menurut keterangan dokter Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) kloter 32, dr. Nuning Nur Isnaini, kondisi Aisyah sudah membaik setelah ditenangkan oleh rekan-rekan sesama jemaah.

Ia menjelaskan bahwa Aisyah mengalami demensia ringan yang dipicu oleh lingkungan baru dan faktor usia.

“Biasanya orang-orang yang sudah sepuh mengalami gejala demensia atau kebingungan karena harus menjalani perjalanan jauh dan berada di tempat yang asing,” jelas dr. Nuning.

Selain faktor usia dan lingkungan, dr. Nuning juga mengungkap adanya faktor internal rumah tangga yang memengaruhi kondisi psikis Aisyah.

“Bu Aisyah tadi sempat cerita kalau suaminya sering marah-marah dan ngorok saat tidur. Jadi memang ada tekanan emosional yang juga menjadi pemicu,” imbuhnya.

Meski begitu, dr. Nuning menegaskan bahwa Aisyah tetap membutuhkan keberadaan sang suami.

Hal ini terlihat dari perhatiannya yang terus menanyakan keberadaan Busan. “Sebagai seorang istri, pasti tetap ada rasa ketergantungan emosional terhadap suaminya,” tuturnya.

Selain Aisyah, dua jemaah lainnya dari kloter 32 juga menunjukkan gejala demensia. Achmad Sadin (90) sempat berlari keluar dari asrama sambil berteriak ingin pulang ke Tempurejo, Jember.

Sementara Enjo Endin Parmo (70) mengaku ingin pulang ke Jenggawah karena teringat belum memberi makan sapi peliharaannya. Ia bahkan sempat berencana mencari rumput untuk pakan ternaknya.

Kloter 32 sendiri terdiri atas 380 jemaah dan dijadwalkan akan diberangkatkan menuju Madinah pada Minggu (11/5) pukul 10.30 WIB.

Hingga Minggu pagi, sebanyak 12.141 jemaah telah diberangkatkan dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya ke Tanah Suci.(rmt)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#demensia #Jemaah Haji Indonesia #kloter 32 #jatim #embarkasi surabaya #jember #haji 2025