RADAR SURABAYA - Jmaah haji asal Taman, Sidoarjo yang tergabung dalam Kloter 20 Embarkasi Surabaya, Nur Fadilah, meninggal dunia di dalam pesawat Saudi Arabia Airlines saat dalam penerbangan menuju Madinah.
Almarhumah sebelumnya dinyatakan sehat dan laik terbang saat berangkat dari Bandara Juanda Surabaya, Rabu (7/5) pukul 23.30 WIB.
Manajer Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, menjelaskan bahwa hingga pukul 03.00 waktu Arab Saudi (WAS), almarhumah tidak menunjukkan gejala sakit.
Bahkan saat terakhir terlihat oleh suaminya pukul 05.30 WAS, Nur Fadilah dalam kondisi baik dan pergi ke toilet pesawat.
“Dari keterangan suami, saat itu beliau menyadari istrinya tidak kunjung kembali ke kursi selama hampir 30 menit.
Sekitar pukul 06.00 WAS, suami almarhumah menyusul ke toilet dan menemukan istrinya tidak sadarkan diri,” jelas Yusuf saat dikonfirmasi, Jumat (9/5).
Tim medis yang berada di pesawat segera dipanggil. Mereka mendapati Nur Fadilah dalam kondisi tidak bernapas dan tidak merespons tindakan pertolongan pertama. Prosedur code blue langsung diaktifkan menandai kondisi darurat medis.
“Dilakukan tindakan medis seperti kompresi dada, pemberian oksigen, hingga pemasangan Automated External Defibrillator (AED).
Namun, setelah upaya penyelamatan dilakukan hingga pukul 06.30 WAS, almarhumah dinyatakan meninggal dunia,” ujar Yusuf.
Nur Fadilah tercatat sebagai jemaah dengan status risiko tinggi (risti) sedang, namun tidak memiliki keluhan atau gejala medis saat proses keberangkatan.
Akmarhunah bersama 380 jemaah Kloter 20 lepas landas menggunakan Saudi Arabia Airlines SV 5323 dan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada Kamis (8/5) pukul 08.30 waktu setempat.
“Atas nama maskapai dan seluruh kru, kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucap Yusuf.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah masih berada di Madinah. Belum ada kepastian apakah akan dimakamkan di Tanah Suci atau dipulangkan ke tanah air.
Dengan kejadian ini, jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia bertambah menjadi dua orang.
Sebelumnya, Isdiyono Taslim Atmo, jemaah asal Tulungagung dari Kloter 3, wafat di RS Haji Surabaya pada Minggu (4/5) pukul 08.18 WIB.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan