RADAR SURABAYA – Selalu menjadi perbincangan dan viral sejak pertama kali dirilis akhir Maret lalu, sampai saat ini film animasi Jumbo juga terus memberikan kejutan bagi dunia perfilman Indonesia.
Terbaru, Jumbo tidak hanya memecahkan rekor sebagai film animasi Indonesia terlaris, namun juga masuk dalam daftar film animasi terlaris di Asia Tenggara, mengalahkan beberapa film popular dari negara tetangga.
Film karya sutradara Ryan Adriandhy ini berhasil menyalip rekor sebelumnya yang dipegang oleh Mechamato Movie dari Malaysia.
Film ini telah berhasil menarik lebih dari 7 juta penonton, bahkan di dua minggu pertama pemutaran telah menarik 3 juta penonton. Film ini juga menghasilkan lebih dari USD 8 juta di box office.
Dengan pendapatan sebesar itu menjadikan Jumbo sebagai film animasi paling menguntungkan yang pernah diproduksi di Asia Tenggara.
Selain itu, Jumbo juga berhasil melampaui rekor penonton film animasi asal Malaysia, Mechamato Movie, dan bahkan beberapa film animasi Hollywood yang tayang di Indonesia, seperti Moana 2 dan Frozen II.
Keberhasilan Jumbo menunjukkan bahwa industri perfilman Indonesia semakin berkembang dan mampu bersaing di kancah internasional.
Jumbo telah menjadi fenomena besar di dunia perfilman Tanah Air, dengan jumlah penonton yang sangat besar dan minat masyarakat yang tinggi terhadap film animasi lokal.
Meskipun membutuhkan waktu lima tahun untuk diproduksi, Jumbo menunjukkan sebuah kesuksesan besar bagi industri perfilman Indonesia dan Asia Tenggara, dengan pencapaian yang luar biasa dalam hal jumlah penonton dan pendapatan.
Jumbo juga menjadi film terlaris bagi rumah produksi Visinema, mengalahkan film Mencuri Raden Saleh yang meraih 2,3 juta penonton.
Dengan cerita yang menyentuh hati dan visual yang memukau, Jumbo berhasil menarik perhatian jutaan penonton di seluruh kawasan.
Cerita film Jumbo mengisahkan perjalanan Don, seorang anak yatim piatu yang sering diejek karena tubuhnya yang besar.
Dengan bantuan peri bernama Meri, Don memulai petualangan magis untuk menemukan kembali keluarganya.
Film ini diproduksi oleh Visinema Studios dan melibatkan lebih dari 400 kreator lokal selama lima tahun.
Keberhasilan Jumbo menunjukkan potensi besar industri animasi Indonesia di pasar internasional.
Film ini tidak hanya sukses di dalam negeri tetapi juga akan tayang di 17 negara, termasuk Singapura, Malaysia, dan Brunei.
Dengan kualitas animasi yang tinggi dan cerita yang universal, Jumbo membuka jalan bagi film animasi Asia Tenggara untuk bersaing di kancah global.
Bukan hanya kualitas produksinya, deretan pengisi suara film ini juga telah bekerja keras hingga film ini mencuri perhatian masyarakat luas.
Suara karakter-karakter di film ini diantaranya diisi oleh Prince Poetiray, Yusuf Özkan, Graciella Abigail, Quinn Salman, Muhammad Adhiyat, Bunga Citra Lestari, Ariel Noah, Angga Yunanda, Cinta Laura Kiehl, Ariyo Wahab, dan masih banyak lagi.
Inilah lima film animasi terlaris di Asi Tenggara:
1. Jumbo dengan pendapatan USD 8 juta
2. Mechamato Movie dengan pendapatan USD 7,6 juta
3. Ejen Ali The Movie dengan pendapatan USD 7,4 juta
4. Boboiboy Movie dengan pendapatan USD 6,9 juta
5. Upin & Ipin 4 dengan pendapatan USD 6 juta
Kesuksesan Jumbo adalah bukti bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat internasional.
Dengan cerita yang inspiratif dan produksi yang berkualitas, Jumbo tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga kebanggaan bagi Asia Tenggara. Mari kita dukung film lokal untuk bisa mengharumkan industry kreatif dimata dunia. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari