Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tembok Penampungan Air Ambrol, 4 Santri Pondok Gontor Magelang Meninggal Dunia, 2 Diantaranya Berasal dari Surabaya

Nurista Purnamasari • Sabtu, 26 April 2025 | 18:33 WIB
Kondisi tembok tandon yang ambrol di Pondok Modern Darussalam Gontor Magelang (foto kiri), Tim gabungan saat melakukan evakuasi korban.
Kondisi tembok tandon yang ambrol di Pondok Modern Darussalam Gontor Magelang (foto kiri), Tim gabungan saat melakukan evakuasi korban.

RADAR SURABAYA – Tragedi memilukan terjadi di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tembok kolam penampungan air (tandon) ambrol dan menimpa puluhan santri, Jumat (25/4) sekira pukul 10.45 WIB.

Empat santri meninggal dunia akibat dan 25 lainnya luka-luka kejadian tersebut. Menurut Kepala Basarnas Semarang Budiono, kejadian bermula ketika puluhan santri antre hendak mandi menjelang salat Jumat.

Saat mengantre tiba-tiba tembok penyangga tandon air sepanjang 15 meter yang berada di depan kamar mandi mendadak ambrol dan menimpa para santri.

"Kejadian sangat cepat dan ada beberapa santri yang tidak sempat menyelamatkan diri karena ruang yang sempit berupa lorong. ada dari mereka yang terhimpit tembok dan tidak mampu bergerak bahkan ada yang langsung meninggal dunia ditempat," kata Budiono.

Basarnas Semarang yang menerima informasi tersebut langsung menerjunkan tim dari Basarnas Semarang dan juga Basarnas Yogyakarta dibantu puluhan potensi SAR baik dari Damkar Muntilan, Sarda Jateng, PMI, TNI, Polri maupun organisasi SAR lainnya.

Basarnas dan tim SAR gabungan harus berjibaku dengan waktu untuk menyelamatkan korban yang masih hidup dan dalam posisi terjepit.

Akses yang sempit dan pergerakan tembok yang masih labil membuat tim harus waspada ekstra.

Bahkan, untuk meminimalisir pergerakan tembok, dengan bantuan dari Indonesia Off-Road Federation (IOF), tim mengikat tembok tersebut dan menambatkan pada mobil 4x4 milik anggota IOF.

Setelah proses evakuasi berjalan selama 12 jam, akhirnya pada pukul 23.30 WIB seluruh korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dengan korban terakhir tim harus berusaha selama 3,5 jam untuk mengeluarkannya.

"Total ada 29 korban dimana 20 korban berhasil selamat dengan evakuasi mandiri oleh pihak ponpes, 5 korban terjepit berhasil dievakuasi tim dalam keadaan luka sedang hingga berat, dan 4 korban lainnya dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia" Imbuh Budiono kemudian.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono mengatakan korban seluruhnya ada 29 orang santri. "25 orang luka, 4 meninggal dunia," kata Edi dikutip, Sabtu (26/4).

Untuk proses evakuasi, kata Edi, berlangsung mulai pukul 10.30 WIB hingga 23.30 WIB, Jumat (25/4).

"Setelah evakuasi selesai, besok pagi (hari ini, Red) akan dilakukan penyisiran kembali," ujarnya.

Keempat korban meninggal merupakan santri yang tertimpa reruntuhan tembok kolam saat sedang mandi atau mengantre di kamar mandi yang berada di bawah lokasi kolam.

Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Basuki, menyampaikan para korban yang meninggal dunia umumnya mengalami luka berat akibat tertimpa material bangunan.

“Yang meninggal rata-rata karena terimpit fondasi dan mengalami fraktur di organ-organ vital,” jelasnya.

Total ada 29 santri yang menjadi korban dalam peristiwa ini. Sebanyak 25 santri lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merah Putih untuk mendapatkan penanganan medis.

Direktur RSUD Merah Putih, Leli Puspitowati menjelaskan, dari 24 santri yang sudah masuk ke rumah sakit hingga Jumat sore, 16 menjalani rawat jalan, 3 dirawat inap, 1 dirujuk ke rumah sakit lain karena patah tulang, dan 1 lainnya masih diperiksa. Tiga korban lainnya juga dalam perawatan intensif.

Sementara itu, guru senior Pondok Gontor 5, Muhib Huda Muhammady, membenarkan bahwa 20 dari para korban merupakan santri kelas IV, V, dan VI.

Ia juga menuturkan bahwa kamar mandi berada tepat di bawah area kolam. “(Kondisi) luka-luka ringan,” ujar Muhib.

Muhib menambahkan, meski sedang terjadi musibah, kegiatan belajar santri tetap berjalan seperti biasa pada keesokan harinya, mengingat hari kejadian adalah hari libur santri.

Daftar korban meninggal:
1. Wildan asal Surabaya, ditemukan pukul 17.50 WIB
2. Reyfhan Hafidz asal Tangerang, ditemukan pukul 19.02 WIB
3. Bima Arya asal Surabaya, ditemukan pukul 20.00 WIB
4. Fadil Hanafi asal Depok, Jawa Barat, dievakuasi pukul 22.00 WIB.

Daftar korban luka-luka:
1. Fahza Kahfi, 16, Surabaya, rawat jalan
2. Habib Faydhl, 15, Pacitan
3. Dzikri Habiburrahman, 14, Bandung, rawat jalan
4. Haniburohman, 14, Tuban, rawat jalan
5. Fahri Aqila, 15, Jakarta,rawat inap
6. Ghiats Aqil Fawaz, 17, Depok, rawat jalan
7. Fadya Hamzah, 17, NTT
8. Elroy Akhdan, 17, Pati
9. Muhammad Rizky Ramadhan, 13, Bandung, rawat inap
10. Ukasy Bana Almajeda, 15, Lampung, rawat inap
11. Ramadan Aryuda, 16, Banten
12. Aidan Rabbani, 15, Depok,
13. Rifat Lamubni, 14, Sukabumi, rawat jalan
14. Hilmi Haruna, 14, Surabaya, rawat jalan
15. Rey Alfath, 16, Tangerang, rawat jalan
16. Daru Athaya, 14, Bandung, rawat jalan
17. Energi Zieda, 14, Trenggalek, rawat jalan
18. Arsy Ar Rayhan, 15, Jakarta, rawat jalan
19. Dzul Hilmi Hanif, 15, Depok,
20. Muhammad Azmi Ta’dad, 15, Bekasi, rawat jalan
21. Rifqi Fathurrahman, 16, DI Yogyakarta, rencana rujuk
22. Farel Vanesa, 17, Bekasi, rawat inap
23. Khairul Rohim, 16, Bekasi
24. Rando Tri, 16, Jakarta

Seluruh korban jiwa dan korban luka telah dibawa ke RSUD Merah Putih untuk penanganan lebih lanjut.

Hari ini Basarnas, BPBD Kabupaten Magelang, dan pihak terkait akan Kembali melakukan penyisiran di Lokasi tembok tandon yang ambrol di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Kabupaten Magelang. (dtk/rdm/mer/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#BPBD Magelang #surabaya #penampungan air #tembok tandon pondok ambrol #Pondok Modern Darussalam Gontor #Salat Jumat #magelang #basarnas