Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Selam Diplomatik di Tubuh Kapal Tua, Napak Tilas Bangkai USAT Liberty di Karangasem Bali

Lambertus Hurek • Sabtu, 19 April 2025 | 14:43 WIB
Seorang penyelam menjangkau bangkai kapal tua USAT Liberty di Karangasem Bali. (TEMPO)
Seorang penyelam menjangkau bangkai kapal tua USAT Liberty di Karangasem Bali. (TEMPO)

RADAR SURABAYA - Seharusnya, kapal tua itu sudah lama dilupakan. Tapi justru di tubuhnya yang karam, sejarah dan diplomasi bertemu. Dan pekan ini, TNI Angkatan Laut bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat memilih menyelam ke masa lalu — secara harfiah.

Lokasinya di Tulamben, Karangasem, Bali. Di sanalah bangkai kapal USAT Liberty — sisa Perang Dunia II — berdiam dalam sunyi. Tapi tidak hari itu. Sebanyak 22 penyelam turun: dari TNI AL, dari Naval Historical Diver, dari Kedubes AS, bahkan dari Pecalang — petugas adat Bali yang biasa menjaga upacara-upacara suci. Kali ini menjaga kedalaman laut.

Misi mereka bukan sembarang menyelam. Ada prasasti yang dipasang. Ada dua bendera yang dikibarkan — Merah Putih dan Stars and Stripes. Juga karangan bunga yang ditata di antara karang dan besi tua, sebagai penghormatan.

“Momen bersejarah ini diharapkan akan menjadi sarana diplomasi yang mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat,” kata Laksma TNI Hariyo Poernomo, Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut, di sela kegiatan.

Penyelaman itu memang tidak sedang bicara senjata. Tapi sejarah. Juga komitmen dua negara untuk saling menghormati dan menjaga ekosistem bawah laut yang kini tumbuh subur di sekitar bangkai kapal.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, lewat amanat yang dibacakan Aspotmar Kasal Mayjen TNI (Mar) Hermanto, menyebut penyelaman ini sebagai bentuk kerja sama internasional yang punya makna: mengingat sejarah, menjaga budaya bawah laut, dan membangun rasa saling hormat antarbangsa.

USAT Liberty memang bukan kapal biasa. Dulu, ia kapal kargo milik Angkatan Darat Amerika Serikat. Ditorpedo oleh kapal selam Jepang pada 1942. Lalu ditarik ke pantai Bali. Tapi belum sempat diperbaiki, letusan Gunung Agung tahun 1963 mendorongnya ke laut. Sejak itu ia diam — lalu jadi rumah bagi terumbu karang.

Kini, Liberty bukan lagi alat angkut. Ia menjadi situs sejarah. Sekaligus destinasi wisata selam. Sebuah kapal tua yang, bahkan setelah karam, masih terus menyatukan banyak bangsa. (ata)

Editor : Lambertus Hurek
#kedubes AS #Perang Dunia 2 #bangkai kapal #USAT Liberty #tni al