Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cinta Berujung Petaka Pemuda Ini Bunuh Kekasih dengan Keji, Jasadnya Dikuliti Sampai Jadi Tulang

Muhammad Firman Syah • Jumat, 28 Maret 2025 | 17:17 WIB

 

Keji : MRR, pelaku pembunuhan terhadap kekasihnya dihadirkan dihadapan awak media disela-sela pressconfrence di Mapolres Bantul.
Keji : MRR, pelaku pembunuhan terhadap kekasihnya dihadirkan dihadapan awak media disela-sela pressconfrence di Mapolres Bantul.

Bantul Tragedi memilukan mengguncang Bantul dan Sleman. Seorang perempuan muda berinisial EDP (23), warga Mlati, Sleman, ditemukan tewas mengenaskan setelah diduga dihabisi oleh kekasihnya sendiri, MRR (24), warga Kretek, Bantul. Kasus ini tidak hanya menyingkap kejahatan mengerikan, tapi juga membuka luka batin, konflik hubungan, dan kegagalan komunikasi yang berakhir tragis.

Kepolisian Resor Bantul yang mengungkap kasus ini menyebutkan bahwa jasad korban sempat berpindah-pindah tempat selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, hanya tersisa tulang belulang.

“Setelah kejadian, pelaku sempat meninggalkan jasad korban di sebuah kontrakan di Sabdodadi selama dua bulan. Karena takut ketahuan orang tua, jasad itu dipindah ke indekos teman pelaku di Condongcatur, Sleman,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bantul IPTU Iqbal Satya Bimantara dalam konferensi pers, Selasa (25/3).

Namun, yang membuat hati miris, jasad korban yang dibungkus dalam kantong sampah sempat dibuang dan ditemukan oleh tukang sampah. Pelaku pun mencarinya dan akhirnya menemukan kembali jasad itu di tempat pengepul.

Tak hanya sampai di situ, pelaku membawa sisa jasad ke sebuah wisma di kawasan Kaliurang, Sleman, untuk membersihkan sisa-sisa daging yang menempel. Dengan penuh keterkejutan, polisi mengungkap bahwa pelaku menggunakan deterjen dan bahkan membakar sebagian jasad sebelum menyimpannya kembali dalam kantong di rumahnya di Kretek.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry menyebutkan, berdasarkan pengakuan pelaku, peristiwa nahas ini terjadi pada 24 September 2024 sekitar pukul 09.00 WIB, saat keduanya terlibat cekcok hebat di sebuah indekos.

“Pelaku mengaku mencekik korban usai terlibat pertengkaran. Ia mengklaim emosinya meluap karena mendapat kekerasan fisik dari korban,” ujar AKP Jeffry.

MRR, saat dihadirkan dalam konferensi pers, tampak menunduk lesu. Ia mengaku menyesal dan masih menyimpan rasa cinta kepada korban. Mereka telah menjalin hubungan sejak 2019, namun menurut pengakuannya, hubungan itu diwarnai ketegangan, kekerasan verbal, dan fisik.

“Awalnya kami pacaran seperti biasa. Tapi lama-kelamaan, emosionalnya makin terlihat. Saya beberapa kali dipukul. Pada hari itu saya dipukul dengan sapu lima kali. Saya benar-benar kehilangan kendali,” tambahnya.

Kisah ini menyisakan kepedihan mendalam. Dua anak muda yang pernah saling mencinta, kini terpisah oleh maut dan jeruji. Tragedi ini menjadi refleksi pahit tentang betapa pentingnya komunikasi sehat dalam hubungan dan perlunya ruang aman untuk berbicara, sebelum emosi mengambil alih nalar.

Polisi masih mendalami motif serta kondisi kejiwaan pelaku. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kesadaran dalam menangani konflik dalam hubungan, terutama bila telah melibatkan kekerasan.

Editor : M Firman Syah
#bantul #jasad #polisi #bunuh #kekasih #sleman