RADAR SURABAYA – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Flores Timur saat jenazah Ibu Guru Rosalia Rerek Sogen tiba di Larantuka. Ratusan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Flores Timur bersama masyarakat setempat menyambut jenazah dengan penuh haru dan penghormatan.
Ibu Rosalia Rerek Sogen, seorang pendidik asal Flores Timur yang mengabdikan diri di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, gugur saat menjalankan tugas mulianya mencerdaskan anak-anak Papua.
Kepergiannya yang tragis akibat kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) meninggalkan luka mendalam bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Kedatangan jenazah di Bandar Udara Gewayantana, Larantuka, disambut oleh keluarga, rekan sejawat, dan perwakilan pemerintah daerah. Bupati Flores Timur Anton Doni Dihen bersama jajaran pemerintah turut hadir dalam penerimaan jenazah di Kantor Bupati Flores Timur.
“Beliau adalah sosok guru yang mengabdikan diri tanpa pamrih di daerah pedalaman Papua. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi dunia pendidikan. Kita semua berduka,” ujar Bupati Anton Doni yang hadir dalam prosesi penerimaan jenazah.
Setelah menempuh perjalanan udara selama delapan jam dari Sentani, Papua, pesawat Cessna Caravan PK-VIG yang membawa jenazah Ibu Rosalia akhirnya mendarat di tanah leluhur. Isak tangis dan doa mengiringi kedatangannya.
Rekan-rekan guru yang tergabung dalam PGRI Flores Timur memberikan penghormatan terakhir dengan penuh rasa solidaritas, mengakui jasa dan pengabdian almarhumah sebagai pahlawan pendidikan.
“Terima kasih atas dedikasimu yang luar biasa dalam mendidik dan membuka jendela dunia bagi anak-anak di Angguruk dan seluruh pedalaman Papua,” ucap Vico Amalo, seorang rekan yang mengenang perjuangan almarhumah.
Kepergiannya menjadi pengingat betapa besar pengorbanan para guru yang bertugas di daerah terpencil demi mencerdaskan anak bangsa. "Ibu Rosalia pantas dikenang sebagai Pahlawan Pendidikan," kata Niko, warga Larantuka. (*)
Editor : Lambertus Hurek